MikeMediaIndonesia.com, Jakarta – Kapal penangkap ikan IB FISH 7 (juga dikenal sebagai Liang Peng Yu 828) yang menjadi sasaran serangan bajak laut di perairan Ekwata, Gabon negara Afrika Tengah telah tiba dan diamanatkan secara resmi di Pelabuhan Owendo, wilayah Libreville (ibu kota Gabon).
Pihak berwenang dari kedua negara terus menggencarkan langkah-langkah penyelamatan bagi empat Warga Negara Indonesia (WNI) yang masih dalam kondisi penculikan, sementara dua WNI lainnya yang selamat berada dalam kondisi fisik dan psikis yang aman.
Plt. Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Heni Hamidah mengungkapkan, kapal tersebut tiba di pelabuhan pada hari Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 10.00 waktu lokal, setelah dikawal ketat oleh aparat keamanan Gabon selama perjalanan dari lokasi kejadian.
“Dua WNI yang selamat telah mendapatkan perawatan medis dasar dan dukungan psikologis yang diperlukan. Selain itu, pihak perusahaan pengelola kapal telah secara resmi diminta untuk segera memenuhi hak-hak ketenagakerjaan mereka serta memberikan bantuan yang layak kepada keluarga para korban penculikan,” ujarnya dalam siaran pers resmi Kemlu RI.
Angkatan Laut Gabon telah meluncurkan operasi patroli dan pemburuan terpadu terhadap tiga pelaku bersenjata yang terbukti menculik total sembilan awak kapal terdiri dari 4 WNI dan 5 Warga Negara Tiongkok. Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong menyatakan bahwa kasus ini telah ditempatkan pada tingkat pemantauan tertinggi oleh pemerintah Gabon.
“Seluruh perangkat negara Gabon, mulai dari kepolisian maritim hingga dinas keamanan nasional, telah dikerahkan secara maksimal untuk menemukan lokasi pasti para sandera serta mengidentifikasi kelompok kriminal yang bertanggung jawab atas serangan tersebut,” katanya dalam pernyataan resmi yang diterbitkan kantornya.
Kantor Jaksa Penuntut Umum Libreville juga telah secara resmi membuka proses penyelidikan komprehensif untuk mengungkap kronologi pasti insiden yang terjadi pada dini hari Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 02.00 waktu lokal. Serangan terjadi ketika kapal sedang beroperasi di kawasan sekitar tujuh mil laut arah barat daya kota Equata, Gabon.
Sementara itu, Kemlu RI melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaoundé yang juga menangani urusan negara Gabon terus mengintensifkan koordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Libreville, pemerintah Gabon, serta pihak manajemen perusahaan kapal.
“Kami akan terus memantau perkembangan situasi secara berkala dan mengambil langkah-langkah penanganan yang sesuai dengan prosedur hukum internasional serta perjanjian bilateral yang telah ada antara Republik Indonesia dan Gabon,” tegas Heni menegaskan. (AB)
















