mike-medan-farm

Aliansi Rakyat Sangihe Krisis Listrik, Klimaks Kekecewaan Warga Tampungang Lawo (SANGIHE)

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Tahuna – Penghentian pasokan listrik yang marak terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe beberapa bulan terakhir, sudah sangat meresahkan dan merugikan masyarakat diberbagai bidang.

Aliansi Rakyat Sangihe Krisis Listrik bersama dengan masyarakat dari berbagai elemen akhirnya turun ke jalan, menyuarakan keresahannya terkait penghentian pasokan listrik yang sudah tidak terjadwal dan tidak beraturan oleh PLN

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Ada beberapa hal pokok yang menjadi tuntutan masyarakat diantaranya :
1. Pihak PT. PLN. UP 3 Tahuna, diminta untuk bertanggung jawab atas kerusakan alat-alat elektronik yang disebabkan oleh ketidak stabilan arus listrik.
2. Kompensasi pembayaran listrik selama kondisi listrik tidak stabil.
3. Menjamin kestabilan listrik selama ANBK siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekola Menengah Pertama (SMP).
4. Meninjau kembali kontrak kerja dengan para Vendor penyedia mesin.
5. Menstabilkan listrik dalam kurun waktu (1) minggu.

“Tujuan kita turun ke jalan menyuarakan hal ini, karena Kabupaten Kepulauan Sangihe ini berada di daerah perbatasan antara Indonesia dan Philipina jadi kita membutuhkan kestabilan pasokan listrik. Apabila pasokan listrik tidak stabil seperti ini, maka otomatis stabilitas keamanan ikut terganggu”, jelas Rendy Saselah, Koordinator Lapangan Aliansi Rakyat Sangihe Krisis Listrik.

Rendy melanjutkan ” bukan cuma itu saja, kerugian materil juga banyak dialami oleh masyarakat akibat ketidak-stabilan arus listrik ini”.

Pemadaman listrik yang berkepanjangan ini, juga sangat berdampak bagi para Pelaku Usaha Rakyat – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini.

Sementara itu, Pihak PT. PLN UP 3 Tahuna menyetujui tuntutan masyarakat dengan menandatangani Perjanjian bermeterai dengan berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan krisis listrik ini sesegera mungkin.

“Kami minta waktu sampai dengan tanggal 30 November 2023, karena pengadaan mesin baru sudah dalam proses dan minggu kedua Oktober akan masuk (1) unit mesin dengan kapasitas 400 kwh. Kami akan bekerja semaksimal mungkin; semoga listrik bisa segera normal kembali”, demikian kata Mohammad Taufiq, Manager PT. PLN. UP. 3 Tahuna.

Setelah perjanjian disetujui dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak maka, barisan aksi damai membubarkan diri dengan tertib dan aman, dan kembali ke titik kumpul semula.

Ditunggu janjinya!!! tutup Koordinator Aliansi Rakyat Sangihe Krisis Listrik, Azis Janis.

(Fransbr 890*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *