mike-medan-farm

Amburadul Dan Berantakannya Birokrasi Di Kabupaten Kepulauan Sangihe

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Tahuna – Melangsir dari tulisan Pj. Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde,  S.H., M.H., menjelaskan tentang masalah yang mendasar di Kabupaten kepulauan Sangihe adalah birokrasi yang tertidur, tergiur dalam zona mimpi dan nyaman.

Hal ini adalah dampak dari organisasi yang terlalu besar (Over Load) sehingga beban kerja tidak merata pada setiap organisasi perangkat daerah, selain itu etos kerja dan rasa tanggung jawab ASN yang sangat rendah.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Banyak hal yang mempengaruhi hal ini terutuma tidak adanya carrier pola (pola karier) yang jelas, pola pembinaan karier, termasuk reward and punishment, pola mutasi juga tidak ada dan diperparah lagi dengan kompetensi pemimpin dari masing-masing OPD begitu lemah karena pengisian jabatan hanya berdasarkan like, dislike, atau hubungan kekerabatan bukan berdasarkan Esdm juga keahliannya.

Hal lain yang sangat kelihatan begitu mencolok adalah setiap masalah daerah tidak pernah diselesaikan secara paripurna sehingga terdapat penumpukan kompleksitas masalah yang bertumpuk-tumpuk.

“Bagi saya tidak ada manusia yang sempurna, namun Sangihe ini wajib membutuhkan seorang pemimpin yang memiliki setidaknya 3 unsur kepemimpinan,” jelas Wounde.

Tiga (3) unsur tersebut yakni:

  1. Thinker atau Pemikir.
    Yaitu seorang yang mempunyai kemampuan untuk berpikir dan mengurai persoala-persoalan yang ada di tengah-tengah masyarakat.
  2. Risk Taker atau Pengambil Resiko.
    Yaitu seseorang yang mampu untuk mengambil resiko dalam keputusannya meskipun ada kemungkinan gagal. Lebih baik bertindak walaupun ada kemungkinan gagal dari pada tidak bertindak sudah pasti gagal.
  3. Brave atau Berani,
    Sifat ini hampir sama dengan seorang risk taker (berani mengambil resiko) namun yang membedakan risk taker lebih focus kepada peluang sedangkan brave (keberanian) sama artinya dengan “Somahe Kai Kehage” yaitu keberanian yang hakiki dalam menghadapi setiap tantangan. Berani berkorban, bukan saja berkorban untuk meraih kemenangan, namun yang terpenting adalah berani berkorban setelah menjadi pemimpin. Korban waktu, korban perasaan, korban materi bahkan bisa saja sampai kepada korban badani untuk rakyat yang dipimpinnya.

(MikeTowira*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *