MikeMediaIndonesia.com, Morotai – Kabag Kesra Pemerintah Daerah Pulau Morotai diduga telah membohongi Mahasiwa Unipas Morotai terkait anggaran Mahasiswa akhir study.
Hasan Saba, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unipas Morotai saat ditemui MikeMediaIndonesia.com di area kampus, dia menjelaskan bahwa Kabag Kesra telah membohongi Mahasiswa Unipas Morotai terkait biaya Mahasiswa study akhir, Selasa (20/8/2024).
“Kabag Kesra Morotai berbohong ke mahasiswa akhir study angkatan VI Tahun ajaran 2023/2024. Pasalnya, hasil hearing pada saat aksi demonstrasi yang dilakukan BEM Bergerak pada tanggal 31 Juli 2024 kemarin belum juga terdistribusi” jelas Hasan.
Kata Hasan, pihak kampus dalam hal ini Wakil Rektor II itu sudah melahirkan kesepakatan bersama bahwa mahasiswa di perintahkan membuat buku rekening secepatnya sebagai syarat untuk penyaluran dana akhir study sesuai surat dari kampus, karena anggaran akhir study sudah terparkir.
“Pada saat itu, Kabag Kesra bilang tinggal geser saja karena anggaran sudah ada, tapi tidak semuanya bisa di bayar karena kuota anggaran tidak sesuai dengan jumlah mahasiswa akhir study yang di usulkan oleh kampus.” kata Hasan.
“Setelah kami sudah membuat syarat-syarat ternyata tidak ada hasil, artinya Kesra sudah membohongi kami mahasiswa karena kami sudah buat persyaratan penyaluran dana akhir study ke masing-masing rekening mahasiswa, namun sampai sekarang tidak ada kejelasan. Sementara mahasiswa mau bayar uang wisuda dan lain-lain pake apa. Katanya Pemda punya program kuliah gratis, tapi apa ? ini semua pembohongan publik, terutama kepada masyarakat pada umumnya.” pungkasnya.
Mahasiswa akhir study berharap secepatnya dapat diselesaikan agar mahasiswa terbantukan bayar tunggakan yang ada. Dan apabila sampai dengan bulan ini belum terdistribusi maka BEM Unipas akan menggelar aksi demonstrasi lanjutan.
“Apabila sampai dalam bulan ini Kesra Pulau Morotai belum menyalurkan anggaran akhir study, maka kami akan mengkonsolidasi mahasiswa dan masyarakat agar melakukan demonstrasi di Kesra dan kami mendesak Kejaksaan agar memeriksa Kabag Kesra Pulau Morotai dan Kampus.” tegasnya.
(AB/Morotai*)
















