mike-medan-farm

Banteng Sangihe Hancur Lebur, PDIP Sitaro Remuk, Akankah Ada Pembersihan Para Kader Yang Tidak Loyal?

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Tahuna – Kejutan spektakuler terjadi dan mematahkan semua prediksi dari banyak kalangan yang menyebutkan bahwasanya koalisi besar yang mengusung Pasangan Calon (Paslon) Yulius Selvanus Komaling (YSK) – Viktor Mailangkai (VM) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sulawesi Utara (Sulut) bakal minim respon dari warga kepulauan Nusa Utara dan akan dikuasai oleh dua Rivalnya Elly Engelbert Lasut (E2L) – Hanny Joost Pajouw (HJP) juga Steven Kandouw – Denny Tuejeh (SK-DT) namun pada kenyataannya malah terjadi kejutan dan terbalik karena berdasarkan hasil rekapitulasi pada rapat pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulut, yang sudah dirampungkan, YSK-Viktor menang banyak mengungguli jauh dalam perolehan suara terhadap dua rivalnya tersebut.

Dari penyebaran suara di Kabupaten Sangihe, YSK – Viktor berhasil meninggalkan para rivalnya dengan perolehan suara angka 38.636, sedangkan paslon dengan no urut 2, E2l-HJP hanya bertengger di angka 21.530, demikian juga yang terjadi pada paslon no 3, SK-DT berada dibawah lebih sedikit dari E2l- HJP yakni 21.344. Dari hasil rekapitulasi pleno kabupaten di tiga daerah otonom Sangihe, Sitaro , Talaud, hanya Paslon PDIP Talaud berhasil unggul tipis mengalahkan rival terberatnya dari Gerindra dan Perindo, Paslon Irvan – Haroni. PDIP Porodisa juga menggeser ketiga Paslon lainnya.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Sementara itu DPC PDIP Sangihe mulai memasuki masa kelam dalam catatan perpolitikan Tampungan Lawo. Dua kali “Knock Out”, dan dalam Pilkada 2024 kembali hancur lebur dan menelan pil pahit, tersingkir, tersungkur untuk yang kedua kalinya dalam perhelatan Pilkada. Kali ini dibantai tanpa ampun secara telak oleh lawan politiknya NasDem, PKB, dan Hanura yang menyokong Paslon terpopuler pada pilkada 2024, Michael Thungari – Tendris Bulahari atau biasa disebut Tuari.

Demikian juga halnya terjadi pada Pilkada di Kabupaten Kepulauan Sitaro, rantai kekuatan pemersatu massa militan yang mengikat kekuatan PDIP dalam waktu tiga periode berturut-turut mengalahkan para lawan politiknya, pada Pilkada 2024 ini justru terhenti, terputus, hancur lebur diterjang badai harga diri warga Kepulauan Sitaro, denga mendukung Pasangan Sintia – Hiro dari Golkar, Nasdem Gerindra. Tonny Supit (Tonsu) kali ini tersungkur dan terjungkal setelah berspekulasi memajukan dan memasang istri tercintanya Evangelian Sasingen kelahiran Ternate, dipasangkan dengan Ong Eng alias Ci Uto.

Runtuhnya menara kekuasaan milik Tonsu yang tingginya sudah melampaui Gunung Karangetang, sebagaimana diprediksikan media online MikeMediaIndonesia.com beberapa waktu sebelum kampanye, tidaklah meleset dan terbukati menara tersebut runtuh, luluh seketika.

“Tonsu kali ini tidak berkutik, dan selamat untuk pasangan Sintia – Hiro,” teriak histeris massa yang berjubel  dan hampir di semua tempat mengelar pawai kemenangan setelah mendengar kabar gembiran disambut dengan suka cita oleh masyarakat Sitaro yang merayakan kekalahan Banteng Sitaro yang maha perkasa itu.

Info terakhir yang didapatkan oleh MikeMediaIndonesi.com dari Kepulauan Sangihe, terutama dari lingkungan banteng Sangihe, kemungkinan akan ada pembersihan besar-besaran di ‘kandang’ Banteng Sangihe oleh DPD PDIP Sulut atas persetujuan dari Lenteng Agung, Jakarta.

“Ketidakbecusan struktur dan managemen DPC PDIP Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk yang kedua kali, perlu dievaluasi total dan juga dibutuhkan penyegaran kepengurusan atau dengan kata lain menyingkirkan kader tidak loyal dan tidak berkontribusi,” ungkap salah satu petinggi PDIP dengan singkat mengakhiri perbincangan.

(MikeTowira*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *