mike-medan-farm

Bobroknya Birokasi Dalam Mengelola Anggaran, Beberapa OPD di Sangihe Menempati Bangunan Kumuh Dan Tidak Layak

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Sangihe – Tahun 2024 ini atau tepatnya 31 Januari lalu Kabupaten Kepulauan Sangihe yang beribukota di Tahuna telah memasuki usia 599 Tahun. Namun Miris, dan sangat disanyangkan di usia yang terbilang tidak muda lagi, justru berbanding terbalik dengan kemajuan pembangunan infrastruktur perkantorannya.

Sejauh mata memandang, masih ada beberapa kantor yang masih menggunakan bangunan tua dengan penampakan kumuh, dan tidak layak pakai. Bangunan-bangunan tersebut terlihat lebih menyerupai bangunan rumah tinggal, dan gudang. Bahkan beberapa diantaranya bukan milik pemerintah daerah, tetapi merupakan bangunan inventaris instansi vertikal.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Kondisi yang terjadi di lapangan tersebut, dibenarkan oleh Sekertaris Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah (BAPELITBANGDA), Dylan Ch. M Palandeng. Menurutnya, hal ini diakibatkan oleh sejumlah kendala dan masalah yang dihadapi dan harus segera dicarikan solusi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, terutama terkait anggaran dan lahan.

“Memang untuk pembangunan pusat pemerintahan terpadu dalam satu kompleks itu ada,” ujar Dylan saat diwawancarai oleh awak media.

“Hal ini sudah masuk dalam RPJPD (Rencana Pembangunan Jangka Panjang). Hanya saja kembali lagi pada anggaran yang ada ke depannya,” sambung Dylan.

Beliau juga menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe juga memiliki sejumlah program prioritas selain pembangunan pusat pemerintahan terpadu, ada juga masalah stunting dan kemiskinan yang memerlukan perhatian khusus, serta masih banyak lagi permasalahan yang dialami di berbagai aspek yang saling berkaitan, dan turut mempengaruhi.

“Berbicara daya dukung infrastruktur, dapat dikatakan memadai, jalan sudah terhubung, untuk pulau, hampir semua ada dermaga. Hanya saja manajemennya perlu diatur lagi dan perlu koordinasi lintas sektoral,” tegasnya.

Dylan mengharapkan dalam pelaksanaan program tersebut dapat dilakukan secara cepat, bertahap dan terpusat.
“Kami berharap dalam pelaksanaan program ini dapat dilakukan dengan cepar, bertahap dan terpusat mengingat keterbatasan anggaran yang ada,” pungkasnya.

(MikeTowira*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *