mike-medan-farm

BPBD Kab. Kepl. Sangihe Siap Distribusikan Bantuan Untuk Korban Terdampak Erupsi Gunung Ruang Taghulandang Kab. Kepl. Sitaro

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Tahuna – Upaya penanganan darurat bencana pasca erupsi Gunung Ruang di Taghulandang Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, terus dilakukan hingga saat ini, Kamis (25/4/2024).

Mengingat status Gunung Ruang yang sampai sekarang masih berada di level IV atau status awas, tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, TNI, Polri, PMI, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, hingga unsur pemerintah di tingkat desa dan kelurahan terus berjibaku melakukan langkah antisipatif yang berfokus pada penyelamatan warga terdampak, pengiriman personel untuk kaji cepat, evakuasi material ledakan hingga pengiriman logistik dan perlengkapan lainnya terus dilakukan menuju lokasi terdampak.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Kepl. Sangihe, Rolens Karlos mengatakan pihaknya sudah mengirimkan bantuan awal untuk para korban terdampak erupsi Gunung Ruang. Meski demikian BPBD Sangihe masih tetap membuka “Posko Bantuan” di kantor BPBD Sangihe sehingga masyarakat yang ingin mengambil bagian dalam kegiatan kemanusiaan tersebut dapat menyalurkan bantuannya melalui posko bantuan di BPBD Sangihe.

“Sampai saat ini kami masih membuka posko untuk menerima bantuan yang rencananya akan diberangkatkan pada hari Minggu (28/04/2024) nanti agar bantuan yang sudah terkumpul ini dapat segera disalurkan kepada para korban”, ungkap Karlos.

Karlos juga menjelaskan, sejauh ini sudah banyak bantuan yang masuk baik logistik maupun keperluan-keperluan lainnya yang diterima dari perangkat-perangkat daerah, dinas-dinas yang ada di Kab. kepl. Sangihe, para pengusaha dan BUMN serta BUMD.

Berbicara tentang meningkatnya aktifitas Gunung Awu di Kab. Sangihe sendiri, pihak BPBD memberikan perhatian yang cukup serius meskipun kosentrasi masih terbagi dengan kegiatan pasca letusan Gunung Ruang. BPBD Sangihe tetap melakukan langkah antisipasi terhadap peningkatan aktifitas Gunung Awu dengan meminta dan menghimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas dalam radius 5 km dari kawah gunung.

“Saya berharap masyarakat jangan panik. Kami juga sudah menyiapkan tempat-tempat pengungsian bagi masyarakat sehingga ketika terjadi peningkatan status dari siaga (level III) menjadi awas (level IV), masyarakat sudah tahu harus mengungsi kemana. Selain itu, kami juga sudah menyiapkan tim dari Unit Reaksi Cepat apabila terjadi erupsi” pungkasnya.

(MIkeTowira*)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *