MikeMediaIndonesia com, Tahuna, Sangihe – Modus Operandi yang sangat berani dan terorgani sir terungkap dalam skandal manipulasi data manifest muatan di program Tol Laut. Perpres Nomor 71 Tahun 2015 dan Permendag Nomor 38 Tahun 2018 yang mengatur barang kebutuhan pokok (Bapokting) dalam program Tol Laut, telah dilanggar secara terang-terangan. Bukti-bukti yang ditemukan sangat mengejutkan!
Inspeksi gabungan pada 3 Maret 2025 (Voyage 2) yang dipimpin Kepala Dinas Perindag menemukan bukti kuat penyimpangan data manifest Kapal Lognus 2. Bukan hanya sedikit, melainkan sejumlah besar kontainer yang seharusnya berisi Bapokting, seperti beras dan tepung terigu, justru diisi dengan barang campuran, termasuk minuman ringan dan makanan ringan. Detailnya sangat mengejutkan.
PT. Sumber Karya Digital, Toko Torsina, dan CV Torsina Abadi Nusantara: Manifest mencantumkan makanan ringan, minuman ringan, dan 14 TEUs beras. Namun, ditemukan air mineral, minuman beralkohol (ale-ale), barang campuran, dan hanya sebagian kecil beras.
– PT. Bintaro Jaya Logistik: Manifest menunjukkan 10 TEUs tepung terigu. Realitanya, kontainer berisi campuran makanan ringan, minuman ringan, air mineral, dan hanya sedikit tepung terigu.
– Toko Megaria: Kontainer dengan nomor PCIU 1135438, yang dalam manifest tertera berisi air mineral dan beras, berisi minuman Maizone, biskuit, squash ABC, minyak goreng, dan air mineral. JPT/shipper CV Alois Gemilang Surabaya diduga kuat terlibat. Kondisi ini ditemukan berulang pada beberapa kontainer lain milik Toko Megaria.
Pengawasan lebih lanjut pada 11 April 2025 mengungkap fakta mengejutkan: praktik curang ini dilakukan secara sistematis! Syahbandar telah membuat berita acara dan menindak JPT yang terlibat. Namun, pertanyaan besar tetap menggantung: siapa dalang di balik skandal besar ini? Apakah hanya JPT yang terlibat, atau ada aktor besar lainnya yang bermain di balik layar? Tikampost.id akan terus menyelidiki dan mengungkap jaringan mafia di baliknya! Kami akan membongkar semua kebohongan dan memastikan keadilan ditegakkan.
(MikeTowira*)
















