MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Berhubung belum adanya keputusan Rill dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) masing masing parpol pengusung diantaranya: PDIP, Nasdem, Golkar, PKB, Hanura, Perindo dan Demokrat yang masih terus menggodok untuk melahirkan Pasangan Calon (Paslon), tidak membuat sejumlah figur yang kemungkinan diusung hanya berdiam diri. Aksi turun langsung ke lapangan atau silaturahmi untuk menarik simpati masyarakat dengan cara memenuhi berbagai undangan dari masyarakat, sambil melaksanakan tugas yang masih diemban oleh para calon kandidat.
Berbagai kalangan mulai melihat dan menilai, hingga memasuki Juli awal, kesimpulan yang ada saat ini adalah para parpol pengusung terhadap kandidat yang akan naik pentas di Sulawesi Utara, tidak terkecuali di Kabupaten Kepulauan Sangihe, tergolong sangat slow motion. Padahal sudah memasuki waktu injury time jelang pendaftaran kandidat yang dijadwalkan pada Agustus 2024 mendatang. Kesempatan ini, tidak disia-siakan para figur dan tetap intens menebar pesonanya mengingat durasi kampanye pilkada serentak kali ini sebagaimana dijadwalkan oleh penyelenggara yakni KPUD, tergolong pendek bahkan sangat singkat.
Seperti yang telah ditonjolkan oleh beberapa figur yang kian membumi elektabilitasnya, diantaranya mantan Pj. Bupati Sangihe dr. Rinny Silangen Tamuntuan (RST) yang kemungkinan besar akan dijagokan dari PDIP, tidak jarang kelihatan menyeberang lautan menuju ke Sangihe untuk terus memenuhi berbagai undangan masyarakat, melayat kerabat yang sedang berduka juga melaksanakan tugas jabatan yang masih melekat yakni Kepala Dinas Sosial Provinsi Sulut.
Demikian juga dengan jagoannya partai Nasdem, Michael Thungari (MT) selaku wakil Ketua DPRD Sangihe, banyak pula memenuhi berbagai undangan masyarakat di berbagai momen, termasuk ikut membaur dengan masyarakat para pencinta sepak bola, sehubungan dengan dirinya adalah ketua ASKAB PSSI, termasuk menunaikan agenda lainnya yang hampir tidak pernah putus dan terus menerus dihadirinya. MT yang disebut-sebut sudah sah sebagai calon bupati dari Nasdem Sangihe ini, keliatan telah solid merapatkan barisannya dan sudah menyiapkan mesin tempurnya.
Tidak terkecuali para Petarung yang kemungkinan besar diusung Partai Gerindra dan koalisinya yakni Hendrik ‘Opo’ Manosso (HM). Disela-sela waktu luangnya, juga sering membaur dan bersilaturahmi dengan masyarakat di hampir semua kecamatan di Kabupaten Sangihe ini. Banyak kalangan mengakui, ketiga kandidat Bupati ini tergolong paling rajin dan paling tinggi dalam hal mengunjungi handai tolannya.
Gerakan ketiga kandidat ini juga mulai dicopy paste oleh beberapa figur lain yang bakal bersaing ketat termasuk Yap Budikasih (YB) yang sedang urung rembuk di Jakarta, namun terus berlari, bangkit mempopulerkan diri lewat berbagai pertemuan dan kontak person kerabat serta keluarga, mengikuti keterpanggilan hati untuk membangun tanah kelahirannya.
Dari bocoran beberapa survey yang sempat dipublis sejumlah unsur kredibel, pada pemberitaan sebelumnya, ketenaran calon bupati Sangihe yakni RST, MT, HM terus saling kejar mengejar popularitas dan elektabilitas. Bahkan disebut sebut hingga penghujung Juni 2024 yang baru lewat, ketiga calon yang siap dengan pasangannya itu, telah melebih 20 persen. Sekalipun RST masih teratas, tampak sedang dibuntuti dua kandidat lainnya yakni MT dan HM, yang juga terus melesat meninggalkan kandidat lain yang masih memilih pergerakan senyap, merayap, sambil terus mengamati pergerakan kandidat lawan.
Untuk sementara ini para kandidat yang telah mendaftarkan diri di sejumlah parpol, berkonsentrasi tinggi dan penuh lobi-lobi politik di ibukota Jakarta, namun tetap intens bersosialisasi lewat pergerakan mesin perangnya di lapangan. Selain Jabes Ezar Gaghana (JEG), Josephus Kakondo (JK), juga parpol lainnya yang berkoalisi, telah mengorbitkan nama-nama figur fenomenal antaranya Ferdy Panca Sinedu (FPS), Ferdinand Mangungbahang (FM), dan sederet nama figur lainnya yang dari awal kelihatan sangat bersemangat.
Namun sayang beribu sayang hasil penilaian para pengamat politik perbatasan, calon-calon petarung terlihat mulai ciut kehilangan nyali bahkan perlahan menjauh dari panggung yang siap bergetar pada November 2024 nanti.
“Dari awal pluit mulai dibunyikan banyak yang menyatakan siap turun lapangan, siap untuk tempur dan berkeinginan, tetapi dengan semakin mendekati injury time terlihat beberapa calon mulai kehilangan nyali, ciut dan menjauh dari hingar-bingar pentas politik didaerah ini.” pungkas Ronny Th Serang (RTS), Pengelola Grup Lintas Utara.
(MikeTowira*)
















