mike-medan-farm

Di Hantam Gelombang Tunggi Kapal LCT Bora V Lost Contact di Perairan Tagulandang, Sitaro

banner 120x600

MikemediaIndonesia.com, Tagulandang, Sitaro, Sulawesi Utara – Dalam beberapa minggu terakhir ini, cuaca ekstrem terjadi  di seluruh wilayah Sulawesi Utara termasuk perairan Kabupaten Kepulauan Siau, Tagulandang, Biaro dan sekitarnya.

Berdasarkan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofiska (BMKG) bahwa cuaca extrim ini masih akan terus berlangsung sampai dengan hari minggu (28/01/2024). Itu sebabnya pihak BMKG memberikan himbauan bagi masyarakat yang berencana melakukan perjalanan, untuk sementara ini menunda dulu keberangkatannya apabila tidak begitu penting dan tidak mendesak.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Wilayah Sulawesi Utara dan sekitarnya sejak hari Sabtu (20/01/2024) pagi sampai pada Minggu (21/012024) malam dilanda hujan lebat disertai angin kencang dan gelombang laut tinggi sehingga terjadi bencana alam geologi seperti, banyak pohon tumbang dan tanah longsor bahkan terjadi kecelakaan laut di perairan Tagulandang, Kab. Kepl. Sitaro.

Tepatnya pada hari Minggu, 21 Januari 2024, telah terjadi lost contact Kapal LCT Bora V di perairan Tagulandang dan sampai saat ini belum diketahui keberadaan kapal tersebut.

Basarnas Manado sudah mengerahkan KN Bima Sena dan KPLP Bitung KN Gandiwa juga sudah bertolak ke lokasi kejadian untuk melaksanakan pencarian akan tetapi sampai berita ini diturunkan Tim Basarnas dan KPLP belum berhasil menemukan badan kapal dan para korban. Sejauh ini, Tim basarnas baru menemukan life raft, lift jaket dan kursi yang diperkirakan milik kapal LCT Bora V.

Kapal LCT Bora V bertolak dari Pelabuhan Bitung bermuatan barang milik PLN dengan jumlah penumpang 6 orang dan 10 orang Anak Buah Kapal (ABK) menuju Pelabuhan Tagulandang. Namun naas, dalam perjalanan, kapal dihantam gelombang tinggi dan akhirnya tenggelam dengan Person Over Board (POB) yang ikut berlayar di Kapal LCT Bora V berjumlah 10 orang ABK dan 6 orang penumpang, jadi jumlah keseluruhan POB ada 16 orang.

Kepala Basarnas Manado, Monce Brury mengatakan, “sampai saat ini tim gabungan sudah berupaya melaksanakan pencarian korban akan tetapi belum ditemukan, kami akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk membantu melaksanakan pencarian agar para korban bisa segera ditemukan, kami juga akan berupaya untuk berkoordinasi dengan Airnav apabila ada pesawat yang melintas di sekitar TKP.”

(TimMMI*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *