mike-medan-farm

Diduga Maling Berdasi BSG Tahuna Bobol ATM Capai 1.8 Milyar

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Masyarakat Sangihe dibuat heboh, dan menjadi trending topik setelah viralnya kasus aksi dua (2) oknum karyawan Bank BSG Cabang Tahuna.

Kita sebut saja, masing – masing dengan inisial, ” FG ” dan ” DM “, yang disinyalir telah melakukan pencurian dengan cara membobol mesin ATM BSG yang berada di tiga titik berbeda, yakni di ATM Rumah Sakit Umum Liun Kendaghe Tahuna, ATM Kantor Bupati Kepulauan Sangihe dan ATM Manganitu.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Akibat dari aksi tersebut nama baik Bank terbesar di Sulut dan Gorontal tersebut tercoreng, dan pihak Bank BSG mengalami kerugian yang luar biasa fantastic, mencapai 1.8 milyar lebih. Dugaan ini diperkuat dengan beredarnya rekaman video CCTV dan bukti transaksi perbankan atau rekening koran.

Insiden pembobolan ini semakin mengemuka, dan ramai diperbincangkan di kalangan publik Sangihe menyusul tersebar luasnya postingan dilaman sebuah akun FB ” Wawu Mentahi “. Dalam postingan tersebut, sang pemilik akun menguraikan dua poin persoalan yang tentunya amat memalukan pihak BSG khususnya BSG Cabang Tahuna terkait aksi nekat kedua terduga oknum karyawan Bank BSG Cabang Tahuna, ” FG ” dan ” DM “,  yang diindikasi menunjukan aktifitas tidak wajar dengan melakukan pencurian uang dengan modus membobol mesin ATM, dan dugaan skandal perselingkuhan orang dalam Bank BSG Cabang Tahuna yang dalam bahasa gaul sering disebut warga dengan istilah “bahugel” ( red : Hubungan GeLap ) atau berselingkuh.

Merespon berita viralnya aksi tersebut, Pimpinan Cabang Bank BSG Tahuna ( PIMCAB ), Andre Damapolii, ketika dikonfirmasi MikeMediaIndonesia.com tidak berada di tempat, karena sedang berada di Manado, sedangkan Wakil Pimpinan Cabang Bank BSG Tahuna Fentje Sumual tidak mau menerima jurnalis serta alergi terhadap jurnalis untuk dimintai keterangan.

Sementara itu Ketua divisi Bina Mental dan Nawacita DPP PROGIB SULUT Frangki Judi Lumiu Supit M.Pd mengemukakan pendapatnya, bahwa pihak BSG secara institusi harus segera memberlakukan sangsi keras dan tegas.

“Hemat saya, dalam persoalan ini, demi menjamin kepercayaan para nasabah serta menjaga nama baik institusi BSG lebih khusus lagi BSG Cabang Tahuna, harus ada sanksi tegas terhadap semua oknum karyawan BSG Cabang Tahuna yang terbukti melakukan pelanggaran apalagi akibat perbuatan mereka ini mengakibatkan kerugian yang jumlahnya sangat fantastic. Kami dari pihak LSM, akan mengawal kasus ini serta penanganan dugaan terhadap kasus ini sampai tuntas dan ada kejelasannya,” ucap Frangki saat ditemui oleh MikeMediaIndonesia.com

Ditempat terpisah dan waktu yang berbeda, salah satu aktifis Sangihe yang konsen dan selalu komit dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat, Wasty Kamurahan, turut berkomentar.

” Jujur saya katakan, kasus ini sangat mencoreng nama baik BSG Cabang Tahuna khususnya. Dengan demikian, saya berharap agar pimpinan BSG segera mengambil langkah tegas, sehingga persoalan ini tidak simpang siur yang mengakibatkan turunnya tingkat kepercayaan nasabah terhadap pihak BSG, sebab uang yang dikelolah itu kan uang nasabah. Saya khawatir, imbas dari persoalan ini, nasabah menjadi enggan atau bahkan menjadi takut untuk menabung di Bank BSG karena ternyata uang nasabah bisa diambil seenaknya oleh oknum karyawan BSG. Singkat aja saya mau katakan bahwa BSG Cabang Tahuna, harus ada pembersihan tanpa adanya pandang bulu,” tegas Wasty mantan anggota DPRD Sangihe tahun 2019.

(MikeTowira*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *