MikeMediaIndonesia.com, Jakarta – Satu debt collector (dikenal juga sebagai “matel”) tewas di tempat dan satu lagi mengalami luka parah setelah diserang oleh kelompok orang di area parkir Taman Makam Pahlawan Nasional (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, hari ini (11 Desember 2025) sekitar pukul 15.30 WIB. Insiden pengeroyokan yang memicu “insiden berdarah” tersebut kemudian meluas menjadi aksi pembakaran sejumlah warung di sekitar lokasi.
Menurut laporan tim lapangan MikeMediaIndonesia, kedua matel sedang melakukan pengecekan terhadap seorang pengendara motor di parkir TMP Kalibata ketika sebuah mobil mendadak tiba. Dari dalam mobil, 4-5 orang keluar dan langsung menyerang kedua matel secara cepat dan sporadis tanpa peringatan. Setelah kejadian, pelaku serta pengendara motor yang dihentikan kabur dengan cepat tanpa tertangkap oleh pihak yang ada di lokasi.
“Korban pertama tewas di tempat akibat luka parah pada bagian tubuh penting, sedangkan korban kedua juga mengalami cedera berat dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Budi Asih dalam kondisi kritis,” ungkap Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly dalam keterangan resmi yang diterima MikeMediaIndonesia hari ini.
Tak lebih dari 30 menit setelah insiden pengeroyokan, sekitar 80-100 orang yang diketahui teman korban tiba di lokasi dengan emosi tinggi dan melakukan aksi merusak sebelum akhirnya membakar warung. Berdasarkan verifikasi tim lapangan, jumlah warung yang terbakar mencapai hingga 6 buah. Beruntung, tidak ada korban jiwa tambahan yang tercatat dalam aksi pembakaran tersebut karena warga sekitar segera mengungsi.
Untuk mengendalikan situasi yang memanas dan menjaga keamanan masyarakat di sekitar TMP Kalibata, pihak Polres Metro Jakarta Selatan segera menurunkan tangan dan menyelidiki kedua kasus (pengeroyokan dan pembakaran) secara bersama-sama. Tidak lama kemudian, pasukan Brimob Polda Metro Jaya juga dipasang di sekitar lokasi kejadian untuk mencegah terjadinya kerusuhan lebih lanjut.
“Kami akan melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk memeriksa CCTV di sekitar lokasi, hingga pelaku pengeroyokan dan pembakaran warung terungkap dan dituntut hukum sepenuhnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas Kombes Nicolas.
Saat ini, situasi di sekitar TMP Kalibata mulai kembali terkendali meskipun petugas kepolisian masih memantau kondisi secara ketat selama beberapa waktu ke depan. Pihak berwenang juga telah menyarankan warga untuk tidak menyebarkan informasi hoaks terkait insiden ini agar situasi tetap stabil. (AB)
















