mike-medan-farm

Jarimu Harimaumu, Sebut Wartawan Hanya Cari “Doi” Dalam Pemberitaan, Oknum DPRD Morotai Terpilih Segera Dipolisikan

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Morotai – Belum juga dilantik Oknum Calon Legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih, Dapil II Kecamatan Morotai Selatan Barat, Morotai Jaya dan Pulau Rao, sebut Wartawan hanya cari duit dalam pemberitaan ketika berkomentar di salah satu media online Facebook, Kamis, (23/5/2024).

Calon anggota DPRD terpilih pada Pemilihan Umum Tahun 2024 ini diduga memberi komentar yang terkesan melecehkan profesi wartawan.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Pernyataan yang dibeberkan oknum caleg terpilih tersebut memicu ketersinggungan para Wartawan yang sempat membaca komentarnya di media sosial (Facebook) tersebut.

Dalam Komentarnya, oknum caleg tersebut menulis ” Wkwkwkwk Rilis media itu berdasarkan fakta dan data atau hanya sebatas cari doi lewat berita berita yang narasumbernya tidak terkonfirmasi ?”.

Diketahui pemilik akun tersebut adalah salah satu calon Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pulau Morotai, Rahabean Sumahi.

Akun Facebook Rahabean Sumahi memberi komentar pada salah satu akun Facebook atas nama Xavier yang memosting berita tentang kantor Desa Cendana, pada hari Rabu 22 Mei 2024 lalu.

Berita dengan judul “Tak Berpengaruh, Kantor Desa Cendana Morotai Seperti Rumah Tua”, diposting oleh pemilik akun Xaiver, kemudian ditanggapi oleh seseorang dengan nama akun Facebook  Ikard Ikard, lalu ditanggapi lagi oleh akun atas nama Rahabean Sumahi yang diduga milik salah satu calon legislatif terpilih.

Pandangan dan penilaian beberpa wartawan terkait kalimat yang ditulis oknum caleg tersebut membeuat mereka tersinggung. Menurut para pewarta rangkaian kata tersebut sudah masuk dalam unsur pelecehan atau penghinaan profesi jurnalis, sehingga yang bersangkutan diminta melakukan klasifikasi. Akan tetapi Rahabean terkesan tidak ingin memberikan penjelasan dan klarifikasi secara serius, padahal masalah ini sudah memicu ketersinggungan yang meluas dikalangan wartawan.

Kecaman pun muncul dari beberpa wartawan yang ada di Morotai, bahwa oknum caleg tersebut akan dilaporkan, jika tidak memberi klasifikasi terkait tulisan yang tidak etis terhadap karya pemberitaan wartawan.

Rahabean sempat dikonfirmasi wartawan untuk dimintai penjelasan terkait komentar (Facebook) beliau, namum Rahabean terkesan mengelak dan mengatakan bahwa kalimat itu adalah kalimat pertanyaan, bukan pernyataan. Bahkan saat ditanya awak media, apa maksud atau dasar anda mengatakan rilis media itu harus berdasarkan fakta dan data, Rahabean hanya menjawab cari sendiri.

Dari masalah tersebut, Ketua Forum Pers Independen Indonesia FPII Morotai, Taufiq Sibua, turut mengutuk dan mengatakan akan melaporkan Rahabean ke pihak Kepolisian karena sudah mencederai citra Jurnalis.

(ArifinBudiman-Morotai*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *