MikeMediaIndonesia.com, Aceh – Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah merampungkan pembangunan jembatan Bailey di Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, Aceh pada Minggu (14/12/2025). Jembatan penghubung rute Bireun-Takengon itu sebelumnya ambruk setelah diterjang banjir bandang yang melanda wilayah Aceh akhir-akhir ini.
Jembatan darurat yang dibangun secara cepat ini berfungsi untuk membuka kembali akses jalan yang menghubungkan Desa Beunyot dengan Desa Teupin Mane. Perwakilan Kementerian PU Wilayah Aceh, Ir. Zainal Abidin, M.Eng., menjelaskan bahwa pembangunan jembatan bailey dirancang untuk memenuhi kebutuhan sementara sebelum jembatan permanen dibangun. “Proses pembangunan hanya membutuhkan waktu 5 hari kerja karena tim kami dan TNI bekerja secara bersamaan 24 jam. Jembatan ini mampu menahan muatan kendaraan ringan dan sedang, yang cukup untuk kebutuhan warga sehari-hari,” ujar Zainal Abidin.
Dia menambahkan, “Setelah jembatan ini selesai, konektivitas antarwilayah di sekitar Bireuen mulai perlahan membaik. Aktivitas warga setempat seperti perdagangan dan perjalanan sehari-hari juga mulai kembali pulih, sehingga memudahkan akses bantuan dan layanan dasar ke daerah terdampak.”
Pihak TNI yang terlibat dalam pembangunan, Letnan Kolonel Inf. Rian Hidayat yang mengkoordinasikan proyek, juga memberikan pernyataan. “Kami bekerja sama erat dengan Kementerian PU untuk menyelesaikan jembatan ini sesegera mungkin, demi kenyamanan dan keamanan masyarakat. Tim TNI yang terlibat berasal dari Yonif 122/Taruna Bara, yang juga membantu evakuasi warga saat banjir terjadi,” pungkasnya.
Selain itu, Bupati Bireuen, H. Muhammad Rasjid, juga mengaku berterima kasih atas kerja sama kedua pihak. “Jembatan Teupin Mane adalah saluran penting untuk menghubungkan wilayah timur dan barat Bireuen. Rampungnya jembatan ini menjadi langkah besar dalam pemulihan aktivitas masyarakat dan distribusi bantuan. Kami akan segera merencanakan pembangunan jembatan permanen dengan dukungan Kementerian PU,” ungkap Bupati Rasjid.
Pangdam Iskandar Muda, Mayjen TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P., juga memberikan pernyataan terkait progres pembangunan jembatan bailey di seluruh Aceh, termasuk Teupin Mane. “Proyek jembatan bailey di titik-titik kritis seperti Teupin Mane adalah prioritas utama Kodam Iskandar Muda untuk memulihkan konektivitas. Meskipun menghadapi tantangan akses dan pengiriman material, prajurit kami bekerja optimal untuk menyelesaikan proyek sesuai jadwal,” ujarnya.
Dia menegaskan bahwa kolaborasi TNI dengan Kementerian PU dan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan pemulihan infrastruktur. “Setiap jembatan yang rampung bukan hanya membuka jalan, tetapi juga membuka harapan bagi warga untuk kembali menjalankan kehidupan normal. TNI akan terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap tahap penanggulangan dan pemulihan bencana,” tegas Pangdam Joko Hadi Susilo. (AB)
















