mike-medan-farm

Jeritan Siswa SMA 72: Ledakan Tinggalkan Trauma dan Gangguan Pendengaran!

banner 120x600

MikeMediaIndonesia, Jakarta – Ledakan yang terjadi di SMA 72 Jakarta menyebabkan puluhan siswa mengalami luka-luka, dengan sebagian besar mengalami gangguan pendengaran hingga pecah gendang telinga. Insiden ini memicu respons cepat dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang berkoordinasi dengan sejumlah rumah sakit untuk memberikan perawatan intensif.

Berdasarkan info yang dihimpun MikeMediaIndonesia.com, pada Minggu (9/11/2025) sebagian siswa yang menjadi korban ledakan mengalami gangguan pendengaran serius.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

“Beberapa siswa mengalami pecah gendang telinga akibat kuatnya gelombang kejut dari ledakan,” ujar seorang petugas medis yang enggan disebutkan namanya.

Dari total 93 korban, 28 pasien sempat menjalani rawat inap di berbagai rumah sakit, sementara 65 lainnya sudah diperbolehkan pulang atau menjalani rawat jalan. Rumah sakit yang menjadi rujukan utama dalam penanganan korban adalah RS Islam Cempaka Putih dan RS Yarsi.

Penanganan Medis di Beberapa Rumah Sakit :

– RS Islam Cempaka Putih: Menangani 39 pasien, dengan 13 pasien dirawat inap dan 26 lainnya sudah dipulangkan.

– RS Yarsi: Merawat 15 pasien, di mana 14 di antaranya sempat dirawat inap. RS Yarsi juga menangani kasus trauma saluran cerna yang memerlukan operasi emergensi.

– RS Pertamina: Menangani 7 pasien, dengan 1 orang masih dalam perawatan.

– Puskesmas Kelapa Gading dan Klinik Bina Kasih: Memberikan perawatan kepada 32 pasien di puskesmas dan 5 orang di klinik.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan bagi para korban ledakan. Hal itu disampaikan Gubernur Pramono Anung saat menjenguk korban ledakan di RS Islam Jakarta Cempaka Putih, Jumat (7/11/2025) sore.

“Dalam keadaan seperti ini, Pemerintah DKI akan hadir untuk semua hal yang berkaitan dengan tanggungan di rumah sakit, sepenuhnya akan menjadi tanggung jawab pemerintah DKI,” kata Pramono.

Pihak kepolisian masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti ledakan. Dugaan sementara mengarah pada masalah teknis pada salah satu fasilitas sekolah.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas. Pihak sekolah dan pemerintah daerah terus berupaya memberikan dukungan psikologis dan medis bagi para korban dan keluarga mereka.

(AB-Jakarta*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *