mike-medan-farm

Kapitalaung Kampung Matutuang Tempuh Jalur Hukum Kerena Merasa Dirugikan  

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Adanya informasi hoax yang mengenai dirinya di posting di media sosial serta viral di (Facebook) kapitalaung Kampung Matutuang Nurrusiyanti Manderes, menjelaskan bahwa postinga tersebut telah melecehkan serta mencemarkan nama baik dan juga keluarga besarnya.

Hal ini disampaikan Manderes saat ditemui MikeMediaIndonesia.com. di ruang kerjanya pada jumat ( 11/07/2025),beliau menyampaikan bahwa informasi dan postingan yang beredar di media sosial Facebook itu adalah bohong,tidak benar serta seakan akan menggiring opini publik untuk melecehkan dan mencemarkan nama baik dirinya.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

”Informasi yang mereka posting tersebut di media sosial itu sangat tidak mendasar dan ada dugaan hanya sarat akan kepentingan dan berdasarkan kebencian semata “ ujar Manderes.

”Di salah satu postingan tersebut seakan akan hanya memaksakan kehendak hati mereka dengan menuntut bahkan menyalahkan para pihak Aparat Penegak Hukum (APH) dalam hal ini Polres Kabupaten Sangihe yang harus melakukan penindakan kepada saya pribadi, padahal laporan mereka tidak memiliki dasar hukum yang jelas serta bertentangan dengan prinsip hukum yang berlaku,” jelas Manderes.

”Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) dana Kampung Matutuang tahun anggaran 2024 masih dalam pemeriksaan Inspektorat dan sampai saat berita ini diterbitkan belum ada pemberitahuan dari dinas terkait tersebut bahwasanya pribadi kami yang selaku penanggungjawab dana desa melakukan kesalahan, tetapi di media sosial meraka menyampaikan kalau saya telah melakukan tindakan korupsi,” ucapnya.

”Secara pribadi saya tidak terima akan informasi yang beredar di media sosial tersebut dan setelah menimbang dan memikirkan maka dengan ini saya akan mengambil langkah hukum, serta saat ini juga saya telah mengumpulkan beberapa bukti baik di media sosial, maupun keterangan dari masyarakat karena ada oknum yang melakukan pembodohan  dengan meminta tanda tangan masyarakat dengan alasan yang tidak jelas.”Jelas Manderes.

”Akibat dampak dari informasi bohong tersebut, bukan hanya saya,tapi suami, Anak-anak, bahkan keluarga besar saya mengalami tekanan psikologis dan fisik sehingga mempengaruhi kesehatan,kenyamanan dan ketenangan keluarga besar saya,maka berdasarkan hal tersebut saya harus mengambil langkah langkah yang kongkrit serta tegas untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum untuk meminta pertanggungjawaban atas apa yang mereka lakukan kepada pribadi saya,” tutup Manderes.

(MikeTowira*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *