MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Karya-karya unggulan hasil tangan terampil Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna kembali menarik perhatian masyarakat Kepulauan Sangihe. Kali ini, alat musik keroncong dan string bass buatan Warga Binaan Lapas Tahuna sukses mencuri hati pecinta musik lokal. Selasa (1/7/2025).
Kepala Lapas Kelas IIB Tahuna, Iskandar Djamil, memberikan apresiasi terhadap capaian ini. “Kami bangga hasil karya mereka mulai semaki diminati oleh Masyarakat. Ini membuktikan bahwa Warga Binaan Lapas Tahuna memiliki potensi besar yang terus kita kembangkan. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi berbagai kegiatan kemandirian agar mereka siap kembali ke masyarakat dengan keterampilan yang bermanfaat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iskandar Djamil, menegaskan bahwa komitmen Lapas Tahuna sejalan dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, dalam meningkatkan Pendayagunaan Warga Binaan untuk menghasilkan produk UMKM.
“Ini bukan sekadar pembinaan biasa, tapi sebuah upaya berkelanjutan agar Warga Binaan mampu mandiri setelah bebas nanti,” tambahnya.
Salah satu pembeli yang turut mendukung hasil karya Warga Binaan Lapas Tahuna adalah Yonatan Makatanging, seorang pegiat seni di Sangihe. Ia mengungkapkan kekagumannya atas kualitas dan keindahan alat musik tersebut. “Saya sangat terkesan dengan hasil karya Warga Binaan Lapas Tahuna. Selain suaranya yang merdu, kualitas bahannya pun sangat baik. Ini bukti bahwa di balik tembok Lapas, masih ada kreativitas yang luar biasa,” ungkapnya.
Program Kegiatan Kemandirian di Lapas Tahuna memang menjadi salah satu andalan dalam membina Warga Binaan. Berbagai pelatihan diberikan, mulai dari pertukangan, kerajinan tangan, hingga produksi alat musik. Selain untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi bagi mereka saat bebas nanti.
Dengan semakin banyaknya dukungan dari masyarakat, diharapkan karya-karya Warga Binaan Lapas Tahuna bisa terus berkembang dan menjadi inspirasi bahwa kesempatan kedua selalu ada bagi mereka yang ingin memperbaiki diri.
(MikeTowira*)
















