MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna kembali menunjukkan eksistensinya dalam membina Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui program kemandirian. Kali ini, hasil karya Warga Binaan berupa alat musik keroncong menarik perhatian masyarakat dan berhasil terjual ke publik. Sebanyak empat buah alat musik keroncong dibeli oleh salah satu warga Kabupaten Kepulauan Sangihe, Istina Kalendesang, yang melakukan pemesanan secara daring melalui media sosial Facebook, Selasa (17/06/2025).
Proses transaksi ini berawal dari unggahan salah satu akun resmi Lapas Tahuna yang menampilkan hasil karya Warga Binaan dalam bentuk alat musik keroncong. Kualitas dan nilai estetika dari produk yang ditampilkan mendapat respon positif, termasuk dari Istina Kalendesang yang kemudian menghubungi pihak Lapas Tahuna untuk melakukan pembelian.
Kepala Lapas Tahuna, Iskandar Djamil, menyambut baik respon positif masyarakat terhadap hasil karya Warga Binaan. Dalam keterangannya, Iskandar menyampaikan bahwa pembelian ini merupakan bukti nyata bahwa hasil pembinaan yang dilakukan oleh Lapas Tahuna mampu menghasilkan produk bernilai jual dan berdaya saing.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan masyarakat terhadap program pembinaan di Lapas Tahuna. Karya-karya Warga Binaan seperti alat musik keroncong ini merupakan bagian dari proses pembinaan kemandirian, yang bertujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan produktif. Respon positif dari masyarakat menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan potensi Warga Binaan,” ujarnya.
Sementara itu, Istina Kalendesang, sebagai pembeli, mengungkapkan kepuasannya terhadap kualitas alat musik yang diterimanya. Ia menilai bahwa karya tersebut tidak hanya indah secara tampilan, tetapi juga memiliki nilai seni dan budaya yang tinggi.
“Saya sangat terkesan dengan hasil karya dari Warga Binaan Lapas Tahuna. Alat musiknya sangat bagus dan layak digunakan dalam pertunjukan musik keroncong. Saya harap masyarakat bisa semakin terbuka untuk mendukung karya-karya seperti ini,” ungkapnya.
Program pembinaan kemandirian di Lapas Tahuna merupakan bagian dari upaya Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan untuk mewujudkan Pemasyarakatan yang humanis dan produktif. Melalui pelatihan keterampilan dan pemberdayaan, Lapas Tahuna tidak hanya membina, tetapi juga mempromosikan potensi Warga Binaan ke masyarakat luas.
Dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap hasil karya Warga Binaan Lapas Tahuna, diharapkan tercipta hubungan yang lebih positif antara Lapas dan masyarakat, serta terbukanya peluang pemasaran produk hasil pembinaan ke pasar yang lebih luas.
(MikeTowira*)
















