MikeMediaIndonesia.com, Tahun Sangihe – Kodim 1301/Sangihe melalui Staff Teritorialnya melaksanakan kegiatan Program Pembinaan Masyarakat Tanggap Bencana TA. 2024 bertempat Aula Makodim Jln. Tatehe Kelurahan Bungalawang Kecamatan Tahuna, Jumat (27/9/2024).
Dalam kegiatan tersebut Dandim 1301/Sangihe Letkol Inf Suhendro Alim Prayogo,S.Sos.M.Hum. Diwakili Mayor Cke Timon Lalenoh menyampaikan materi tentang bencana alam gempa dan tsunami, cara melindungi diri dan keluarga saat terjadi gempa, tindakan apa saja yang harus dilakukan saat terjadi gempa, apa saja yang harus disiapkan saat terjadi bencana alam, bagaimana tanda2 terjadinya Tsunami dan penyebab terjadinya tsunami.
Pas Ter Kodim 1301/Sangihe Kapten Cke Celsius Wangka dalam materinya menyampaikan tentang fungsi dan tugas seorang relawan saat sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana dan saat sesudah terjadi bencana guna meminimalisir korban jiwa. Kemudian dilanjutkan dengan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan saat sebelum, saat terjadi dan saat sesudah terjadi bencana.
Kegiatan tersebut dilaksanakan selain merupakan program rutin TNI AD juga untuk menyikapi informasi yang sudah tersebar luas baik itu dari media online, media cetak dan media elektronik tentang prediksi terjadi Gempa Megathrusht yang akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia akibat pergerakan lempengan bumi. Potensi Megathrust di Kabupaten Kepulauan Sangihe, seperti wilayah-wilayah pesisir lainnya di Indonesia, memiliki potensi terjadinya gempa bumi Megathrust.
Megathrust adalah sesar besar yang berada di zona subduksi, tempat lempeng tektonik saling bertemu dan salah satunya menunjam ke bawah lempeng lainnya. Gempa bumi yang dihasilkan dari aktivitas megathrust ini umumnya memiliki magnitudo yang sangat besar dan berpotensi menimbulkan tsunami dahsyat.
Kegiatan yang dilaksanakan untuk di jadikan Bahan Edukasi, Informasi, dan Mitigasi Bencana Alam oleh masyarakat khususnya masyarakat yang berada di Kota Tahuna. Sehingga diharapkan kedepannya masyarakat akan lebih siap ketika terjadi bencana alam untuk mengurangi jumlah korban jiwa.
(MikeTowira*)
















