mike-medan-farm

Koordinator Aliansi Rakyat Sangihe, Azis Janis : PLN Sangihe segera berbenah, ditunggu janjinya

Anggota Aliansi Rakyat Sangihe Krisis Listrik
banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com,Tahuna – Pada Jumat (29/9/2023), Aliansi Rakyat Sangihe Turun kejalan.

Aksi damai yang di ikuti oleh berbagai elemen masyarakat yang menyuarakan keresahan masyarakat ini terkait penghentian pasoka n listrik dilakukan PT.PLN Sangihe yang tidak terjadwal,tidak beraturan dan berkepanjangan.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Ada beberapa hal pokok yang menjadi tuntutan masyarakat diantaranya :
1. Pihak PT. PLN. UP 3 Tahuna, diminta untuk bertanggung jawab atas kerusakan alat-alat elektronik yang disebabkan oleh ketidak stabilan arus listrik.
2. Kompensasi pembayaran listrik selama kondisi listrik tidak stabil.
3. Menjamin kestabilan listrik selama ANBK siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekola Menengah Pertama (SMP).
4. Meninjau kembali kontrak kerja dengan para Vendor penyedia mesin.
5. Menstabilkan listrik dalam kurun waktu (1) minggu.

Peserta aksi berkumpul di titik kumpul pada pukul 8.00 pagi waktu Indonesia tengah di Komplek Lapangan Santiago Tahuna, kemudian bergerak menuju Gedung Kantor PT. PLN. UP 3 Tahuna.

Aksi damai yang menuntut PT. PLN UP 3 Tahun ini berjalan aman dan kondusif, sehingga memudahkan kedua belah pihak dalam hal bernegosiasi.
Meski berlangsung aman dan kondusif namun Kepolisian Resort (Polres) Sangihe tetap menurunkan pasukan pengamanan.

Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Kompol. Johanis Sasebohe mengatakan “kami menyiapkan pasukan pengamanan dengan personil 153 orang; dan syukur alhamdulillah, pengamanan pagi ini berjalan lancar, aman dan terkendali. Dan untuk pengamanan lebih lanjut berdasarkan perintah, akan ada beberapa personil dari Polsek Tahuna dan ditambah dengan anggota Samapta Polres untuk tetap berjaga di halaman Kantor PT. PLN Tahuna”.

Sementara itu, Pihak PT. PLN UP 3 Tahuna menyetujui tuntutan masyarakat dengan menandatangani Perjanjian bermeterai dengan berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan krisis listrik ini sesegera mungkin.

“Kami minta waktu sampai dengan tanggal 30 November 2023, karena pengadaan mesin baru sudah dalam proses dan minggu kedua Oktober akan masuk (1) unit mesin dengan kapasitas 400 kwh. Kami akan bekerja semaksimal mungkin; semoga listrik bisa segera normal kembali”, demikian kata Mohammad Taufiq, Manager PT. PLN. UP. 3 Tahuna.

Setelah perjanjian disetujui dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak maka, barisan aksi damai membubarkan diri dengan tertib dan aman, dan kembali ke titik kumpul semula.

Sebagai Koordinator Aliansi Rakyat Sangihe Krisis Listrik, Azis Janis, menyampaikan banyak terima kasih atas atensi dan dukungan masyarakat yang sudah mengambil bagian dalam aksi ini, dan memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Aliansi Rakyat Sangihe Krisis Listrik yang sangat antusias dalam mempersiapkan aksi damai ini.

” Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih banyak kepada masyarakat Sangihe terlebih kepada adik-adik anggota Aliansi yang sangat bersemangat untuk turun menyuarakan aspirasinya”, Dan saatnya PT.PLN Sangihe “berbenah”tutup Azis Janis.

(Fransbr 890*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *