Krisis listrik yg marak terjadi di Kabupaten Kepulauan Sangihe, akhir-akhir ini sudah sangat meresahkan dan merugikan masyarakat diberbagai bidang.
Aliansi Rakyat Sangihe Krisis Listrik bersama dengan masyarakat dari berbagai elemen akhirnya turun ke jalan, menyuarakan keresahannya terkait pemadaman listrik yang sudah tidak terjadwal dan tidak beraturan.

Ada beberapa hal pokok yang menjadi tuntutan masyarakat diantaranya :
1. Pihak PT. PLN. UP 3 Tahuna, diminta untuk bertanggung jawab atas kerusakan alat-alat elektronik yang disebabkan oleh ketidak stabilan arus listrik.
2. Kompensasi pembayaran listrik selama kondisi listrik tidak stabil.
3. Menjamin kestabilan listrik selama ANBK siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekola Menengah Pertama (SMP).
4. Meninjau kembali kontrak kerja dengan para Vendor penyedia mesin.
5. Menstabilkan listrik dalam kurun waktu (1) minggu.
“Tujuan kita turun ke jalan menyuarakan hal ini, karena Kabupaten Kepulauan Sangihe ini berada di daerah perbatasan antara Indonesia dan Philipina jadi kita membutuhkan kestabilan pasokan listrik. Apabila pasokan listrik tidak stabil seperti ini, maka otomatis stabilitas keamanan ikut terganggu”, jelas Rendy Saselah, Koordinator Lapangan Aliansi Rakyat Sangihe Krisis Listrik.
Rendy melanjutkan ” bukan cuma itu saja, kerugian materil juga banyak dialami oleh masyarakat akibat ketidak-stabilan arus listrik ini”.
Pemadaman listrik yang berkepanjangan ini, juga sangat berdampak bagi para Pelaku Usaha Rakyat – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Kepulauan Sangihe ini.

Perwakilan masyarakat dari Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan, sekaligus sebagai Pelaku Usaha Rakyat – UMKM, Rein Lintongan, mengatakan, “hal ini sangat merugikan baik dari sisi usaha maupun pekerjaan-pekerjaan lain yang membutuhkan listrik, terlebih lagi bagi kami Pelaku Ekonomi Rakyat. Dengan alasan-alasan yang disampaikan oleh pihak PT. PLN UP. 3 Tahuna selama ini, bagi saya sudah tidak masuk akal”.
Rein menambahkan, “masyarakat sangat membutuhkan listri dan berdasarkan undang-undang perlindungan konsumen maka seharusnya tidak ada pemadaman listrik”.
Peserta aksi berkumpul di titik kumpul pada pukul 8.00 pagi waktu Indonesia tengah di Komplex Lapangan Mini Tahuna, kemudian bergerak menuju Gedung Kantor PT. PLN. UP 3 Tahuna.
“Meskipun jumlah peserta aksi tidak sesuai dengan target kami, tetapi kami mendapat banyak dukungan dari masyarakat sekitar. Dan apabila, setelah tenggang waktu yang diberikan, Pihak PT. PLN masih belum melakukan apa yang sudah disepakati bersama, maka kami akan turun lagi ke jalan dengan masa yang lebih besar dan lebih terorganisir”. tandas Yan Rafles Takasihaeng yang mewakili peserta aksi damai.
Aksi damai yang menuntut PT. PLN UP 3 Tahun ini berjalan aman dan kondusif, sehingga memudahkan kedua belah pihak dalam hal bernegosiasi.
Meski berlangsung aman dan kondusif namun Kepolisian Resort (Polres) Sangihe tetap menurunkan pasukan pengamanan.

Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Kompol. Johanis Sasebohe mengatakan, “kami menyiapkan pasukan pengamanan dengan personil 153 orang; dan syukur alhamdulillah, pengamanan pagi ini berjalan lancar, aman dan terkendali. Dan untuk pengamanan lebih lanjut berdasarkan perintah, akan ada beberapa personil dari Polsek Tahuna dan ditambah dengan anggota Samapta Polres untuk tetap berjaga di halaman Kantor PT. PLN Tahuna”.
Sementara itu, Pihak PT. PLN UP 3 Tahuna menyetujui tuntutan masyarakat dengan menandatangani Perjanjian bermeterai dengan berjanji akan segera menyelesaikan permasalahan krisis listrik ini sesegera mungkin.
“Kami minta waktu sampai dengan tanggal 30 November 2023, karena pengadaan mesin baru sudah dalam proses dan minggu kedua Oktober akan masuk (1) unit mesin dengan kapasitas 400 kwh. Kami akan bekerja semaksimal mungkin; semoga listrik bisa segera normal kembali”, demikian kata Mohammad Taufiq, Manager PT. PLN. UP. 3 Tahuna.
Setelah perjanjian disetujui dan ditanda tangani oleh kedua belah pihak maka, barisan aksi damai membubarkan diri dengan tertib dan aman, dan kembali ke titik kumpul semula.

Sebagai Koordinator Aliansi Rakyat Sangihe Krisis Listrik, Azis Janis, menyampaikan banyak terima kasih atas atensi dan dukungan masyarakat yang sudah mengambil bagian dalam aksi ini, dan memberikan apresiasi kepada seluruh anggota Aliansi Rakyat Sangihe Krisis Listrik yang sangat antusias dalam mempersiapkan aksi damai ini.
“Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih banyak kepada masyarakat Sangihe terlebih kepada adik-adik anggota Aliansi yang sangat bersemangat untuk turun menyuarakan aspirasinya”, tutup Azis Janis.
















