MikeMediaIndonesia.com, Kutai Barat – Operasi senyap Intel Kodim 0912/Kubar menjaring enam terduga pengedar narkoba tanpa melibatkan Satuan Narkoba Polres, memicu tanda tanya besar di kalangan masyarakat. Ada apa di balik layar? Mungkinkah ada ketegangan tersembunyi antara kedua institusi penegak hukum ini?
Informasi MikeMediaIndonesia.com mengungkap operasi ini berawal dari informasi intelijen valid yang telah lama diendus oleh tim Intel Kodim 0912/Kubar. Dengan gerak cepat, mereka berhasil mengamankan sejumlah barang bukti sabu yang cukup untuk membuat Kubar “terkejut”.
Ketidakhadiran Satuan Narkoba Polres Kubar dalam operasi ini semakin memanaskan spekulasi. Kapolres Kutai Barat, AKBP Boney Wahyu Wicaksono akhirnya angkat bicara.
“Kami sudah bertemu untuk menyelaraskan informasi,” ujarnya, Senin (24/11/2025), mencoba meredam gejolak yang ada.
Namun, sumber MikeMediaIndonesia.com mengungkap konflik prosedur penanganan narkoba menjadi penyebab utama “ketidakharmonisan” ini.
“Ada perbedaan interpretasi soal prosedur. Ini yang membuat rekan-rekan TNI merasa perlu bertindak cepat, sebelum barang bukti hilang atau pelaku melarikan diri,” bisiknya.
AKBP Boney menegaskan komitmen koordinasi dan meminta masyarakat tidak terpancing isu yang dapat memperkeruh suasana.
“Kami akan terus bekerja sama dengan TNI dalam memberantas narkoba di Kubar,” tegasnya.
“Kami bergerak karena gerah dengan narkoba. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai aparat negara untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba,” tegas seorang anggota Intel Kodim 0912/Kubar yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Tokoh pemuda Kubar, Roni, berharap TNI dan Polri bersatu berantas narkoba. “Jangan sampai perbedaan kecil menghambat upaya besar kita untuk menyelamatkan generasi muda Kubar dari narkoba,” serunya. (AB)
















