mike-medan-farm

Kunjugi Lapas Tahuna, Siswa-Siswi SMPN 1 Tahuna Belajar Manfaatkan Sampah Botol Plastik Dan Kertas Bekas Menjadi Karya Seni

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Tahuna – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna menerima kunjungan puluhan siswa-siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tahuna dalam rangka menumbuhkan kapasitas dan membangun karakter luhur siswa-siswi melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka dengan cara belajar di luar kelas, Selasa (14/11/2023).

Kedatangan para guru dan siswa-siswi SMP Negeri 1 Tahuna ini disambut baik oleh Kepala Lapas Kelas IIB Tahuna, Suharno.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

“Semoga kegiatan ini dapat mewujudkan keterbukaan informasi publik dan merubah pandangan negatif masyarakat terutama adik-adik kita generasi muda ini terhadap Lembaga Pemasyarakatan”, tutur Suharno.

“Kami sangat senang dan berterima kasih karena Lapas Tahuna dipercayakan menjadi salah satu tempat bagi siswa-siswi SMP Negeri 1 Tahuna untuk belajar dalam mengembangkan keterampilan”, tambahnya.

Bertempat di Aula Lapas Tahuna, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi dan praktik pengelolaan sampah botol plastik dan kertas bekas menjadi sebuah karya seni yang indah dan bermanfaat serta memiliki nilai ekonomis.

Para siswa-siswi SMPN 1 Tahuna tampak antusias saat meneriam materi yang dibawakan langsung oleh Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja (Kasubsi Giatja), Mahdi Syamri dengan dibantu oleh tiga orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang sudah terampil dalam membuat karya seni.

Dalam arahannya, Mahdi Syamri menjelaskan, bahwa kegiatan hari ini akan sangat bermanfaat bagi semua orang termasuk para siswa yang ikut dalam kegiatan ini.

“Dengan mengubah sampah plastik menjadi sebuah karya seni, salah satunya bunga hias dan miniatur rumah dari kertas bekas yang kita pelajari saat ini, kita sudah membantu mengurangi pencemaran lingkungan karena sampah plastik membutuhkan waktu puluhan bahkan ribuan tahun untuk bisa terurai”, jelas Syamri.

Lebih lanjut dalam penjelasannya, Kasubsi Giajta, Mahdi Syamri menyampaikan untuk tidak alergi dengan mantan-mantan narapidana.

“Jangan takut dengan teman-teman warga binaan karena selama menjalani pembinaan, mereka sudah terlatih dengan baik dan siap untuk kembali ke tengah masyarakat ketika bebas nanti, itulah proses dari re-integrasi”, tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepela Sekolah (Wakepsek) Bidang Kesiswaan SMP Negeri 1 Tahuna, Hintje Bawiling, yang merupakan koordinator dalam topik hidup berkelanjutan dengan tema “sampahku tanggung jawabku” menjelaskan, kegiatan ini tentang mendaur ulang sampah. Itulah sebabnya kami membangun hubungan baik dengan Lapas Tahuna karena Lapas Tahuna sudah memiliki program pembinaan keterampilan, khususnya dalam pengelolaan sampah plastik menjadi karya seni seperti bunga hias dari botol plastik bekas dan kerajinan miniatur rumah dari kertas bekas.

“Dengan mengikuti kegiatan ini, kami berharap siswa-siswi kami bisa memanfaatkan limbah plastik yang ada, untuk dikelola menjadi sebuah karya yang berguna dan tentunya mereka bisa memahami dampak negatif dari membuang sampah sembarangan” tutup Hintje.

Kegiatan ini berlangsung tertib, aman dan lancar dengan mengutamakan pengawasan dan penjagaan ketat dari petugas pengamanan juga mensterilkan lokasi belajar siswa-siswi SMP Negeri 1 Tahuna dari aktivitas WBP.

(MikeTowira*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *