Mikemediaindonesia.com, Sampakang -Sangihe – Pada 10 November 2023 awak MikeMediaIndonesia.com, Biro Sangihe, FransSBR, setelah mengikuti upacara peringatan hari Pahlawan di SMK Negeri I Manganitu Selatan, melanjutkan perjalananya ke sebuah anak kampung , dari Kampung Pindang, Dusun Sampakang dan mengikuti Sholat Jum’at bersama kaum muslim yang ada di Dusun Sampakang.
Sampakang adalah nama pohon khas Sangihe yang dikenal dengan aromanya yang harum. Pohon Sampakang tumbuh di sebuah bukit dan bukit tersebut diberi nama “Bukit Sampakang”, yang bersebelahan dengan Kawasan Hutan Lindung Kabupaten Sangihe, Gunung Sahandarumang.

Lampanginang, putra asli Sangihe yang berdomisili di Tahuna, adalah seorang muslim taat yang bercita-cita mulia, ingin menyebar-luaskan ajaran Islam di Tanah Tampungang Lawo, Sangihe.
Ia memutuskan untuk pergi ke Desa Kaluwatu dengan maksud untuk memprkenalkan tentang agama Islam dan hendak mendirikan masjid, akan tetapi pada waktu yang samaan, Belanda juga masuk ke Desa Kaluwatu dengan membawa ajaran agama Kristen. Lampanginang pun ditangkap dan diasingkan oleh Belanda dari Kaluwatu.
Pada suatu ketika, Lampanginang naik ke puncak gunung yang sekarang di kenal dengan sebutan “Sampakang”, yang sekarang ini menjadi anak kampung dari Kampung Pindang di Selatan Sangihe dan mulai mengajarkan tentang agama Islam.
Di Dusun Sampakang inilah cikal bakal masuknya ajaran Islam di Desa Kaluwatu, yang sekarang sudah dimekarkan menjadi wilayah Kampung Pindang, Kecamatan Manganitu Selatan.

Tahun 1950 Saud Magaring, pria asal Manalu yang menikah dengan anak perempuan Lampanginang mendirikan Mushola di Sampakang. Selanjutnya pada tahun 1977 menantu Lampanginang yang lain, Imran Katiandagho, mendirikan masjid pertama di Sampakang. Imran Katiandagho saat ini berusia 95 tahun, sekarang masih sehat dan bersedia untuk diwawancarai serta sangat menikmati perbincang ringan dengan awak media.
Masjid AL-FALAH Sampakang berdiri di atas lahan yang diwakafkan oleh Lampanginang Dan di depan masjid berdiri sebuah bangunan sekolah MI MUHAMMADIYAH untuk menunjang pendidikan anak-anak usia sekolah di Dusun Sampakang.
Dikesempatan emas ini editor mikemediaIndonesia.com, menikmati betul keindahan alam dan lingkungan asri di kompleks Masjid yang memiliki jamaah 40 kepala keluarga ini.

Akses jalan yang dibangun dengan biaya Dana Desa dan jalan yang dibangun oleh TNI Manunggal Masuk Desa belum bisa menjangkau lingkungan Masjid AL-FALAH Sampakang, sehingga ketika musim penghujan, akses jalan ke masjid menjadi licin dan becek. Untuk itu, masyarakat setempat masih terus berharap perhatian pemerintah agar kedepannya pembangunan jalan dapat menjangkau sampai ke kompleks Masjid Al’ Falah.
Jadi, bagi masyarakat Kabupaten Sangihe, yang mau berwisata menikmati panorama alam dan khusus bagi kaum muslim, Dusun Sampakang adalah salah satu destinasi Wisata Religi yang tidak boleh dilewatkan dan wajib untuk dikunjungi.
(FransSbr*)
















