mike-medan-farm

Mario Seliang Berasa Pulang Kampung Saat Kampanye Terbuka Di Kampung Petta, Tabukan Utara

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Sangihe – Pengusaha muda, calon wakil bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Mario Seliang, S.E., tampil antusias ketika memaparkan visi & misi pada kampanye terbuka dan panggung hiburan di Lapangan Kampung Petta, Kecamatan Tabukan Utara, Rabu (30/10/2024).

Menurut Mario, perhelatan ini bukan sekedar kampanye penyampaian visi-misi saja, tetapi merupakan ajang silaturahmi dengan masyarakat Tabukan Utara.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Mengawali orasi politiknya, Mario sedikit bernostalgia dengan kisah masa kecilnya yang dihabiskan di Kampung Petta. Masih lekat di ingatannya kehangatan rasa persaudaraan dan persahabatan yang bahkan masih terasa hingga saat ini. Itu sebabnya kampanye akbar kali ini terasa seperti pulan kampung baginya.

“Rasanya seperti pulang kampung,” katanya sambil tersenyum.

“Ada sebuah rumah di sini (Kampung Petta) di samping Bank BSG, rumah itu tempat saya dan saudara-saudara saya dibesarkan, kami menghabiskan masa kecil di rumah itu,” lanjutnya disambut tepuk tangan riuh dari para pendukung.

Mario menjelaskan, sejak dulu Kampung Petta sudah menjadi bagian dari kehidupannya. Kenangan masa kecil itu menjadi dasar kuat yang membentuk karakternya hingga kini, serta menguatkan kecintaannya kepada masyarakat Sangihe.

Pada kesempatan tersebut, Mario juga mengajak para pendukungnya untuk bersatu demi membangun Sangihe yang lebih baik. Terkait jargon “Patutune” dengan arti kata “Asli Orang Sangihe” yang sering dikumandangkan, ia menegaskan bahwa slogan tersebut tidak berdampak baginya dan dr. Rinny Tamuntuan, Pasangan Tamuntuan – Seliang (TAMANG). Menurut Mario, siapa pun kandidat yang bertarung pada Pilkada 2024 adalah putra-putri terbaik daerah ini, semua layak, punya hak dan kesempatan yang sama untuk memimpin Sangihe kedepan.

“Suami Ibu Rinny adalah asli Sangihe (Patutune). Saya sendiri lahir dan besar di Sangihe. Dan masa kecil saya ada di Kampung ini (Petta). Istri saya asli Manado, tapi sekarang sudah menjadi bagian dari daerah ini,” ujarnya menegaskan.

Mario menekankan bahwa paslon TAMANG bukan hanya berbicara soal asal-usul, tetapi lebih kepada niat tulus untuk memberikan yang terbaik bagi Sangihe. Olehnya dia mengajak masyarakat untuk melihat lebih dalam komitmen mereka (Pasangan TAMANG) dalam memajukan Sangihe, bukan sekadar dari mana mereka berasal.

Sebelum menutup orasinya, Mario mengajak masyarakat Sangihe untuk mendukung paslon TAMANG demi masa depan Kabupaten Kepulauan Sangihe yang lebih sejahtera.

“Mari kita bangun Sangihe bersama-sama. Kami akan berdiri di tengah masyarakat, siap mendengarkan, siap melayani. Kami tidak ingin hanya menjadi pemimpin, tetapi juga keluarga bagi masyarakat Sangihe,” pungkasnya sambil mengangkat 3 jarinya dan meneriakan slogan GAS TAMANG.

(MikeTowira*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *