MikemediaIndonesia.com, Sangihe – Adalah Mike Towira, pria kelahiran Medan ini sudah berdomisili di Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe sejak Tahun 2013.

Pria 42 tahun Peternak Ayam Philipin Lokal atau Ayam Hasil Persilangan sejak tahun 2013 ini, membantah bahwa pemberitaan yang diberitakan oleh Media Online Lokal itu, “TIDAK SEPENUHNYA BENAR”.

“Mereka menulis tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan tidak pernah meminta klarifikasi pada kami. Berita yang mereka buat hanya berdasarkan opini semata karena media lokal tidak pernah menjumpai kami sebagai peternak lokal Ayam Philipin yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe”, tegas pria yang familiar dengan semua peternak Ayam Philipin lokal di Kota Tahuna.
Kepala Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Golfried Ferdinand Pella, S.P., M.E., ketika di hubungi awak media mikemediaindonesia.com menyatakan tidak benar apa yang ada di pemberitaan tersebut.

“Tidak semua peternak yang mengantongi izin dari Pemerintah Kabupaten Sangihe menjadi tempat penampungan ayam yang berasal dari Negara tetangga Philipin. Ini berdasarkan temuan atau hasil survei kami di lapangan. Rata-rata peternak yang memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan Hidup (SPPL) yang dikeluarkan oleh Dinas terkait, mempunyai peternakan dan persilanganya. Mereka (peternak- red*) benar-benar peternak ayam Philipin lokal dan hanya menjual ayam hasil dari peternakan mereka dan bukan peternakan tempat penampungan ayam yang berasal dari negara Philipina”, tegas Pak Kadis.


Telur di dalam mesin penetasan


“Sekali lagi saya tegaskan pemberitaan dari Media yang beredar selama ini tidak benar karna tidak berdasarkan fakta hanya berdasarkan opini untuk mendiskreditkan para peternak lokal yang ada di Kab. Kepl. Sangihe”, pungkas Mike Towira.
(Sbr890*)

















Mantap…Harus tegas dengan pemberitaan miring.👍👍