mike-medan-farm

Nelayan Tuna Keluhkan Kelangkaan Es dan BBM, Ketua HNSI Morotai Turun Gunung

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Morotai – Menyikapi keluhan masyarakat nelayan tuna yang terjadi di Kabupaten Pulau Morotai terkait kelangkaan kebutuhan Es dan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk nelayan, Fachrudin M. Banyo, S.Pi, Ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Morotai kunjungi dan menggelar diskusi berupa dialog interaksi, Sabtu (11/5/2024).

Dalam dialog yang diikuti oleh perwakilan nelayan tuna dari Kecamatan Morotai Timur, Kecamatan Morotai Utara dan Kecamatan Morotai Selatan yg masih aktif dalam rangka mencari titik akar permasalahan untuk mencari solusi yang kemudian akan disampaikan kepada instansi terkait dalam hal ini Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pulau Morotai.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Menurut Ketua DPC HNSI Morotai, Fachrudin M. Banyo, pada saat membuka dialog, pihaknya berterima kasih kepada seluruh nelayan tuna di Morotai Timur, Morotai Utara dan Morotai Selatan yg masih aktif melakukan kegiatan penangkapan ikan pelagis besar sebagai mata pencaharian primadona di sentra perikanan atau desa nelayan.

“Pertemuan ini akan berdampak pada peningkatan produksi perikanan dan pengolahan hasil perikanan yang meningkat demi kesejahteraan nelayan,” ujarnya.

Dikatakannya, terkait masalah yang dihadapi nelayan tuna di Pulau Morotai, perlu adanya evaluasi atas kebijakan pengelolaan perikanan oleh instansi terkait yakni Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terhadap kepentingan nelayan yang dipandang masih jauh dari harapan nelayan seperti sarana armada tangkap.

“Sarana produksi, serta pengoperasian kembali pabrik es mini (Ice Flag) yang tidak berfungsi lagi di desa-desa nelayan serta sistim logistik ikan yang selama ini tidak berjalan optimal harus jadi perhatian pemerintah setempat,” ucapnya.

Fachrudin berharap, kedepan HNSI Morotai akan berkolaborasi bersama SDKP, TNI AL, Polair serta Pokmaswas dalam pengawasan terhadap sumber daya perikanan di perairan Pulau Morotai secara terpadu.

“Semoga pemda bisa menerima investor lain untuk bersaing di Kabupaten Morotai, untuk beli ikan pelagis dan ikan domersal tuna dan kakap kerapu dengan jumlah produksi perikanan cukup besar sebagai komoditas unggulan di Pulau Morotai untuk nelayan kecil di pesisir dan pulau-pulau kecil,” tutup Banyo.

(ArifinBudiman-Morotai*)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *