mike-medan-farm

Penemuan Mayat Di Pesisir Pantai Dingkareng Kampung Tariang Baru Kecamatan Tabukan Tengah. Kab. Kepl. Sangihe

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Sangihe – Pada hari Jumat tanggal 8 Maret 2024 sekitar pukul 07.00 Wita bertempat di Pesisir Pantai Dingkareng Kampung Tariang Baru Kecamatan Tabukan Tengah, telah ditemukan mayat seorang lelaki yang teridentifikasi bernama SIR JHON MANUMPIL, Umur 65 thn, Agama Kristen, Pekerjaan Nelayan, Status Belum Kawin, dan alamat tempat tinggal di Lindongan I Kampung Tariang Baru Kec. Tabukan Tengah Kab.Kepl. Sangihe.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Berdasarkan keterangan saksi An. IKNATIA MANUMPIL ( adik korban) menerangkan bahwa, pada hari Kamis (7/3/2024) sekitar pukul 20.30 wita, saksi bersama korban berada di rumahnya di Pantai Pananuareng Kampung Tariang Baru Kecamatan Tabukan Tengah dan sedang mempersiapkan peralatan untuk menjala ikan di laut. Sekitar pukul 21.00 WITA korban pergi ke laut untuk menjala ikan dengan menggunakan perahu pelang (sempan) yang berukuran kurang lebih 4 meter. Keesokan harinya, Jumat (8/3/2024) sekitar pukul 06.00 WITA  saksi merasakan firasat buruk karena kakaknya yang semalam pergi melaut belum juga pulang, sedangkan biasanya jika kakaknya melaut paling lama 2 – 3 jam sudah pulang, namun saat ini sudah 9 jam belum juga pulang. Kemudian saksi pergi ke rumah tetangga dan menyampaikan kepada ANDREP RASUBALA dan SAMAU LETUANG bahwa kakaknya belum pulang sejak kemarin ketika pergi malaut. Kemudian ANDREP RASUBALA dan SAMAU LETUANG berinisiatif menyusuri Pantai Pananuareng sebelah selatan untuk mencari korban, sedangkan saksi pergi menyisir pantai sebelah Utara untuk turut melakukan pencarian. Setelah saksi tiba di pesisir Pantai Dingkareng saksi melihat ada tubuh yang terlentang di atas pasir di pesisir pantai dan ternyata tubuh tersebut adalah tubuh korban yang sudah tidak bergerak kemudian saksi mengambil daun kelapa untuk menutupi tubuh korban lalu  kembali ke Pantai Pananuareng yang berjarak kurang lebih 3 kilometer, meminta pertolongan kepada masyarakat setempat untuk mengangkat tubuh korban.

Menurut keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis  dan pihak keluarga menerima dan mengiklaskan kematian korban karena merupakan musibah dan selanjutnya menyatakan menolak untuk dilakukan Autopsi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan jenazah, Tim Medis Puskesmas Kuma, dr. FEBRIANTY MATHEOS menyatakan, ditemukan bengkak di dahi sebelah kanan, memar di kepala, lebam di mata, keluar darah dari telinga, mata dan penis, lebam ditangan kiri. Kematian korban diperkirakan kurang lebih sudah 8 jam hingga korban ditemukan dan kematian korban akibat Trauma benturan.

(MikeTowira*)

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *