MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Haji Fandi panggilan Akrab Rivandi Malibu, pelaku usaha pengelolah daur ulang sampah di Kabupaten Kepulauan Sangihe, turut menjelaskan terkait proses daur ulang limbah sampah yang dilakukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), Kelurahan Santiago Kecamatan Tahuna Barat.
Menurut beliau dengan adanya sarana pengolahan sampah, dapat menjadi aset penting serta berharga bagi masa depan daerah Tampungang Lawo.
“Sudah waktunya pengolahan sampah dijadikan prioritas untuk masa depan daerah kita, kita semua, dan khususnya untuk anak-cucu kita nanti,” ujar Fandi kepada awak media.
Lanjut beliau menjelaskan bahwasanya pengolahan sampah yang akan dilakukan di daerah ini akan memiliki nilai jual yang dapat mendukung kemajuan ekonomi lokal kita.
“Dengan adanya pengolahan sampah ini, saya mencari cara bagaimana limbah akan menjadi sumber pemasukan dan pendapatan bagi daerah, sekaligus mengurangi jumlah sampah yang ada, serta membuka lapangan pekerjaan baru” tambahnya.
H. Fandi mengungkapkan, sampah yang nantinya telah diolah akan dikirim ke luar daerah. Proses pengiriman tersebut akan melibatkan teknik pemadatan (Pres), dan pelindungan menggunakan kaca sebelum akhirnya dikirim ke Surabaya melalui jalur tol laut.
Pada kesempatan yang sama, beliau juga menyampaikan, bahwa hasil dari pengolahan sampah saat ini masih fluktuatif di pasar daur ulang.
“Untuk hitungan hitungan hasil pengolahan masih naik turun, jadi belum bisa digambarkan secara sederhana. Namun, biaya pengolahan sampah yang akan dikeluarkan berkisar kurang lebih lima ratus juta,” pungkas Fandi.
(MikeTowira*)
















