MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Pihak PT. PLN Up. 3 Tahuna berjanji akan segera mengatasi terjadinya pemadaman listrik secara bergiliran yang telah berlangsung selama kurang lebih sebulan terakhir ini.
Janji PLN tersebut disampaikan langsung oleh Maneger PLN UP3 Tahuna, Dimas Adhi Prabowo pada saat konfrensi pers seusai rapat khusus dengan Bupati Michael Thungari yang bertempat di Kantor Bupati Sangihe, Rabu (2/6/2025).
Dimas Adhi Prabowo menegaskan, bahwa untuk jadwal pemadaman secara bergiliran akan teratasi pada tanggal 5 Juli 2025.
“Mulai tanggal 5 Juli ini listrik akan kembali normal,serta tidak ada lagi pemadaman bergiliran,” tegas Dimas.
Dimas menjelaskan, bahwa terjadinya pemadaman bergiliran akibat adanya gangguan teknis di fasilitas listrik dampak dari gangguan pohon, termasuk adanya pohon tumbang yang menimpah kabel listrik.
“Memang butuh waktu untuk memperbaikinya, karena peralatannya didatangkan dari luar, dan untuk saat ini sudah bisa diatasi, sehingga pasokan listrik sudah bisa normal kembali” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua LSM Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPN-RI), Darwis Sasela, mengatakan, harus ada evaluasi menyeluruh dari PT. PLN Pusat terjadap kinerja para pimpinan PT. PLN di daerah-daerah. Darwis juga berharap PLN dapat memberikan layanan yang tidak mengecewakan masyarakat.
“Jangan hanya berjanji tetapi buktikan saja dengan memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Kabuupaten Kepulauan Sangihe” ungkap Darwis tegas.
Begitu juga dengan Berty Patras, Ketua DPD JPKP Kabupaten Kepulauan Sangihe manyatakan, bahwa pemadaman aliran listrik akhir-akhir ini terjadi secara tidak beraturan, sungguh sanggat merugikan konsumen (masyarakat Sangihe). Menurutnya, apa yg dikemukakan oleh Manager PT. PLN Up. 3 Tahuna adalah alasan klasik, karna dari tahun ke tahun seperti ini kejadianya.
“Seharusya sudah ada langka antisipatif bukan nanti tiba saat tiba akal. Sebagai masukan kepada Manager PLN bahwa selain memaksimalkan pelayanan sumber energi listrik melalui PLTD, PLN juga dapat memberdayakan kembali PLTA Ulung Peliang sebagai cadangan sumber energi listrik ketika PLTD mengalami gangguan atau kerusakan mesin pembagkit,” jelas Berty.
“Terkait janji yang disampaikan, kita doakan saja semoga itu benar-benar terjadi bukan sekedar lips service dan solusi sementara saja,” tutup Berty mengakhiri.
(MikeTowira*)
















