MikeMediaIndonesia.com, Tahuna – Masalah pertumbuhan ekonomi adalah isu paling krusial dalam kancah politik Sangihe di tahun 2024 ini. Di sini pulalah menariknya strategi seksi pasangan dr. Rinny Tamuntuan – Mario Seliang, S.E., (Tamang) terkait rancangan putaran tuas ekonomi di daerah perbatasan ini.
Suasana Pilkada Sangihe telah memasuki fase panas. Setiap pasangan calon mulai memainkan segala jenis strategi perangnya dan bergegas turun lapangan sebagaimana lazimnya kerja politik dalam meraih simpati masyarakat.
Namun di Sangihe, masyarakat telah menjadi cerdas dan melek akan politik. Mereka tahu mana pasangan figur yang pantas dan patut mendapatkan dukungan. Figur gagal akan segera ditinggalkan. Yang sekadar menjual angan dan mimpi akan keluar dari jalur persaingan. Yang semata mata hanya mencoba-coba berburu kekuasaan akan dilupakan. Karena pada akhirnya, sebagaimana fakta Pilkada sebelumnya, politik di Sangihe bukan tentang janji petai hampa, senyum yang diperhitungkan, salam yang dicari efeknya, rangkulan yang tidak ikhlas. Politik itu bukan bujukan, tipuan, ancaman, juga bukan suap.
Meminjam perspektif Goenawan Mohamat, politik di Sangihe adalah tentang kesejahteraan, tentang kesetaraan, tentang rasa hormat pada budaya dan sejarah, tentang kemauan politik (political will) dalam membangun ekonomi Sangihe.
Di situlah sangat kelihatan, dari deretan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Sangihe dalam kontestasi politik 2024, pasangan dr Rinny Tamuntuan – Mario Seliang, dapat disebut salah satu yang paling berkomitmen dengan budaya, sejarah, kesetaraan, serta langkah-langkah strategi yang terukur dalam memacu pertumbuhan ekonomi daerah perbatasan.
Mengapa pasangan Tamuntuan-Seliang sangat berkomitmen dalam memicu pertumbuhan ekonomi Sangihe?
Karena dari data yang ada, Kabupaten Sangihe dalam 10 tahun terakhir mencatat tingkat pertumbuhan ekonomi yang lemah. Bahkan sektor ekonomi yang paling diunggulkan seperti perikanan dan kelautan, hanya mampu memberi kontribusi paling bawah dalam pertumbuhan ekonomi.
Jurnal Berkala Ilmiah Efisiensi Volume 16 No. 01 Tahun 2016 menyebutkan, variasi angka pertumbuhan ekonomi Sangihe termasuk yang terendah di Provinsi Sulawesi Utara. Sejak tahun 2013, pertumbuhan ekonomi Sangihe hanya bervariasi dari 5 hingga 6 persen. Angka itu disebutkan jauh di bawah angka pertumbuhan ekonomi rata-rata Provinsi Sulut. Maka sangatlah beralasan bila gagasan pasangan calon Tamang yang diusung PDI Perjuangan, mematok langkah strategis mereka dengan mengutamakan aspek pertumbuhan ekonomi.
“Memang membangun ekonomi Sangihe, harus dimulai dari kemauan politik pemimpin dalam menggerakan roda ekonomi. Sejak menjadi pejabat Bupati selang 2 tahun, saya melihat begitu besar sember daya ekonomi kita yang belum termanfaatkan padahal dapat digerakan untuk memicu pertumbuhan ekonomi,” ujar Tamuntuan.
Dia mengatakan sangat optimis bisa mengantar Sangihe lebih maju, lebih sejahtera, dan lebih berbudaya. Sebab, ada ketersedian sumber daya alam yang dapat dioptimalkan sebagai indikator pertumbuhan ekonomi.
“Kalau dulu pemerintah hanya bergantung dari pasokan dana pemerintah pusat lewat APBD, bagi saya ke depan, Sangihe harus bisa menggerakan seluruh potensi ekonomi daerah yang berdampak langsung bagi kesejahteraan rakyat,” kata Tamuntuan.
Disebutkan Tamuntuan, orang sangihe punya budaya kerja yang tinggi dan sumber daya alam laut yang kaya. Bagi saya, yang dibutuhkan ke depan adalah komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemajuan sector ekonomi unggul itu.
“Pertanian, perikanan dan pariwisata, akan kami genjot habis-habisan dengan melibatkan teknologi, permodalan, dan didukung sumber daya manusia yang handal. Semua ini hanya butuh komitmen pemerintah daerah yang mau bekerja sungguh-sungguh. Saya berkomitmen meningkatkan produksi hasil perikanan air tawar dan laut, Juga meningkatkan dan menggenjot produktivitas pertanian untuk menjaga ketahanan pangan,” kata mantan birokrat handal yang kenyang akan asam garam itu.
“Dan jangan dilupakan Sangihe juga punya pontensi di sektor perkebunan, peternakan dan kehutanan rakyat. Meningkatkan jumlah kunjungan dan masa berkunjung wisatawan ke destinasi wisata yang ada di Kepulauan Sangihe. Meningkatkan pemanfaatan teknologi informasi untuk menunjang aktivitas ekonomi dan perdagangan,” ungkapnya.
Pemerintah juga harus dan wajib meningkatkan jumlah investor yang masuk, kualitas dan kuantitas manajemen lembaga UMKM dan Koperasi. Menciptakan dan juga meningkatkan jumlah entrepreneur muda Sangihe, serta strategi Penciptaan Birokrasi Pemerintah yang cerda dan ber-Akhlak.
Semua itu merupaka strategi ekonomi pasangan Tamang, dan harus melibatkan penguatan birokrasi pemerintah sebagai elemen penting dalam mendukung pelaksanaan program-program tersebut.
“Birokrasi yang kokoh menjadi kebutuhan bagi setiap pemerintah daerah untuk mewujudkan pemerintahan yang profesional, bersih, efektif, dan akuntabel, Kami berkomitmen ke depan, akan menciptakan birokrasi pemerintah yang inovatif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan. Inilah sisi-sisi penting dalam strategi pasangan kami dalam menggenjot pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada kesejahteraan rakyat,” pungkas Tamuntuan.
(MikeTowira*)
















