MikeMediaIndonesia.com, Sangihe – Setelah berhasil mengibuli tiga pimpinan Partai Politik (Parpol) Perindo, PKB dan Hanura untuk maju pada Pilkada Sangihe sebagai Bakal Calon Bupati, sosok yang bernama Yap Budikasih, tiba-tiba menghilang tanpa jejak dan juga tidak membayar fee kepada team media pemenangan yang sudah dibentuknya berjumlah 3 Juta Rupiah.

Kronologisnya, Tanggal 1 Juli 2024, Yap melakukan pertemuan dengan tiga pimpinan Parpol masing-masing, Ferdy Panca Sinedu (Perindo), Yumin Sahapudi (PKB) dan Herman Lahungkondo (Hanura), di Sentra Kuliner Boulevard Tahuna.
Dalam pertemuan tersebut, ketiga pimpinan Parpol secara bulat memberi dukungan terhadap Yap Budikasih yang mengaku sebagai pengusaha konstruksi dan developer terkenal. Namun pada kenyataannya, yang bersangkutan hanya seorang Makelar Kasus (Markus) tanah.
Usai pertemuan tersebut, malam harinya Yap langsung berangkat dengan kapal penumpang ke Manado, selanjutnya ke Jakarta untuk melakukan pengurusan SK dari masing-masing pimpinan ketiga Parpol di pusat.
Saat itu ia berjanji, akan mentransfer dana untuk biaya keberangkatan tiga pimpinan Parpol ke Jakarta. Sayangnya, apa yang dijanjikan Yap itu, ternyata “putar bale” alias bohong belaka. Buktinya, hingga memasuki akhir bulan Juli 2024, janji itu tak kunjung ditepati.
Hal ini praktis membuat kecewa ketiga pimpinan Parpol dan sejumlah pihak termasuk keluarga Yap sendiri yang telah siap memberi dukungan. Bahkan beberapa keluarga dan para kerabatnya harus menanggung malu akibat perbuatan Yap yang dinilai telah melakukan pembohongan.
(MikeTowira*)
















