MikeMediaIndonesia.com, Tahuna, Sangihe – Sejumlah wilayah di Kabupaten Kepulauan Sangihe beberapa hari terakhir terdampak air laut pasang atau rob sejak tanggal 29/4/2025 hingga hari ini, Kamis 1/5/2025.
Fenomena alam ini menyebabkan air laut meluap serta menggenangi beberapa area permukiman dan fasilitas umum yang ada di beberapa kecamatan di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika fenomen alam ini masih akan terus berlangsung hingga tanggal 4 Mei 2025 mendatang di seluruh wilayah Indonesia.
Dari hasil liputan MikeMediaIndonesia.com, beberapa kawasan yang terdampak diantaranya: Kecamatan Tahuna, khususnya di Kelurahan Sawang Bendar, area Pasar Towo, sepanjang jalan raya depan Gereja GMIST Marantaha hingga Jalan Patimura. Di Kelurahan Soataloara juga terjadi genangan yang cukup tinggi di beberapa titik jalan utama.
Sementara itu di Kecamatan Manganitu, persisnya di wilayah sekitar Pasar Manganitu, tergenang sejak pagi hari.
Di Kecamatan Tamako, banjir rob juga melanda di beberapa titik,diantaranya: Kampung Nagha 1, jalan raya depan Pasar Tamako, Kampung Pokol dan wilayah sekitar Kantor Camat.
DiKecamatan Tabukan Utara, khususnya di kawasan pesisir Petta, juga turut terdampak.
Indra seorang warga tahuna menjelaskan genangan terjadi mulai pagi dan meningkat seiring naiknya pasang air laut.
Akibat banjir rob ini, aktivitas pagi hari masyarakat seperti berdagang ikut terdampak dan arus lalu lintas pun terganggu karena harus menghindari genangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kerusakan atau evakuasi warga. Namun, warga diimbau tetap waspada terhadap potensi rob susulan dan menjaga keselamatan di wilayah rawan genangan.
Ferdy Panca Sinedu, seorang Ahli Tata Kota pun turut menanggapi terkait fenomena banjir rob tersebut. Menurutnya terjadinya banjir rob merupakan salah satu tanda alam.
“Ini sebagai tanda alam, bahwasanya tinggi daratan kota tahuna sudah hampir sama dengan ketinggian laut. Titik-titik yang terendam adalah penanda. Ketika terjadi banjir rob bercampur hujan dan gelombang, itu menjadi titik yang rawan akan bencana banjir rob, karena saat ini struktur tanah Kota Tahuna mengalami penurunan”, jelas Sinedu.
“Saya berharap Pemkab dengan segera mengambil langkah langkah yang strategis seperti, perlunya mengadakan penimbunan kembali permukaan tanah di kawasan Kota Tahuna, serta drainase harus segera dibenahi,” pungkas Sinedu tegas.
(MikeTowira*)
















