mike-medan-farm

dr. Tifa Umumkan Mundur Sementara Fokus Ibadah, Menyesalkan Langkah Rismon Pilih Restorative Justice ke Jokowi

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Jakarta – dr. Tifa akhirnya memecahkan keheningannya di ruang publik lewat pernyataan resmi. Ia mengumumkan keputusan menarik diri sejenak dari urusan duniawi guna fokus ibadah di sepuluh hari terakhir Ramadan, Rabu (18/3/2026).

Dalam pernyataan bertanggal 17 Maret 2026 itu, meski memilih berdiam diri untuk sholat, tadarus, dan membaca kitab hikmah, dr. Tifa tetap mengamati isu terkini, termasuk langkah Rismon Hasiholan Sianipar yang mengajukan restorative justice kepada mantan Presiden Joko Widodo di Solo.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

“Terus terang, saya menyesalkan langkah tersebut,” ungkapnya. dr. Tifa menegaskan posisinya berbeda dan berjanji tidak akan memilih jalan yang dianggapnya “rendah” seperti Rismon, meski memahami beban berat yang dipikul rekan itu terkait isu ijazah Jepang dan surat keterangan kematian. Ia menyadari tekanan bisa datang dari ancaman kasar maupun bujukan halus yang menggerogoti keberanian.

Meski menyesalkan langkah terbaru Rismon dan mempertanyakan soal pemalsuan ijazah, dr. Tifa tetap mengakui keberanian dan kepakarannya di bidangnya. Ia juga menceritakan kedekatannya dengan Rismon dan Mas Roy yang bagaikan saudara, namun merasa sedih karena Rismon tidak terbuka soal keputusan besarnya ini.

Kekecewaan terbesar dr. Tifa justru tertuju pada Jokowi dan lingkar kekuasaannya. Ia menilai cara yang digunakan untuk menepis tuduhan ijazah sangat kejam dan keji, dengan menghancurkan reputasi dan menekan pihak lain hingga kehilangan ruang bernapas, seperti yang pernah dialami Bambang Tri dan Gus Nur.

“Kekuasaan seharusnya melindungi rakyat. Bukan alat untuk membungkam mereka yang bersuara,” tegasnya.

Meski demikian, dr. Tifa memilih tidak larut dalam kemarahan. Ramadan mengajarkannya menahan diri, dan ia bertekad tetap melanjutkan perjuangan demi kebenaran dengan berserah pada Allah dan dukungan masyarakat.

“Kebenaran tidak pernah benar-benar bisa dimatikan. Selama masih ada satu orang saja yang berani berdiri, kebenaran akan tetap hidup. Dan saya memilih untuk tetap berdiri,” pungkasnya. (AB)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *