mike-medan-farm

Hadapi Ketidakpastian Global dan Potensi Kenaikan Harga BBM, Presiden Prabowo Dorong Penghematan Energi dan Pertimbangkan Kebijakan WFH

banner 120x600

MikeMediaIndonesia.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mendorong langkah penghematan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai antisipasi dampak krisis global. Langkah ini disampaikan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara sebagai respons potensi gejolak harga energi akibat situasi di Eropa dan Timur Tengah yang berisiko memengaruhi harga pangan dan fiskal negara, Jumat (13/3/2026).

“Tentunya kita juga sekarang harus melakukan langkah-langkah proaktif, artinya kita harus menghemat konsumsi BBM. Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun terjadi kita aman. Kita bersyukur aman, tapi kita tidak boleh lengah tanpa upaya mengurangi konsumsi,” ujar Presiden.

Mengatur Posisi Gambar di HTML

Prabowo menekankan penghematan energi ini krusial untuk menjaga kondisi fiskal agar defisit anggaran tidak meningkat, seiring target pemerintah mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang lebih seimbang. Selain itu, ia menyinggung potensi kebocoran dan ketidakefisienan anggaran. Menurutnya, pengembangan GovTech yang dikoordinasikan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) diperkirakan mampu mengurangi kebocoran hingga sekitar 40 persen.

“Kita sudah lakukan langkah-langkah tadi oleh Ketua DEN masalah GovTech, sinkronisasi semua Kementerian/Lembaga menjadi satu jaringan. Ini diperkirakan bisa kurangi kebocoran sampai dengan 40 persen dari pengeluaran kita,” katanya.

Sebagai bahan pertimbangan, Presiden mencontohkan langkah kritis yang diterapkan Pakistan, seperti penerapan WFH bagi pegawai pemerintah dan swasta hingga 50 persen, pengurangan hari kerja menjadi empat hari, pemangkasan gaji pejabat, pembatasan kendaraan dinas, penghentian pengadaan barang tertentu, serta larangan kunjungan luar negeri dengan dana pemerintah. “Ini hanya contoh. Maksud saya, dalam beberapa hari ini kita bisa mengkaji masalah ini. Saya percaya dua tiga tahun kita akan sangat kuat, tapi tetap kita harus hemat,” tambahnya.

Prabowo juga menyoroti pengalaman Indonesia saat pandemi COVID-19 yang membuktikan WFH meningkatkan efisiensi dan mengurangi konsumsi BBM secara signifikan. Oleh karena itu, ia meminta opsi ini serta kemungkinan pengurangan hari kerja segera dibahas oleh para Menteri Koordinator terkait. “Dulu kita atasi COVID dengan berhasil. Banyak bekerja dari rumah, efisiensi, berarti kita menghemat BBM dalam jumlah sangat besar. Umpamanya, berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran,” katanya.

Di akhir pidatonya, Presiden mengingatkan pemerintah agar tetap waspada dan mempersiapkan diri menghadapi skenario terburuk, termasuk potensi konflik berkepanjangan di Timur Tengah. “Kita walaupun merasa aman, tidak panik tapi juga tidak boleh terlalu lengah. Kita tidak boleh tidak mempersiapkan diri untuk kemungkinan paling jelek,” pungkasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) menyambut baik arahan tersebut. “Kami akan segera menggelar rapat koordinasi bersama kementerian dan lembaga terkait untuk mengkaji kelayakan serta dampak dari berbagai opsi kebijakan yang disampaikan Presiden, termasuk kemungkinan penerapan WFH dan pengurangan hari kerja. Kami akan memastikan setiap langkah yang diambil tidak hanya efektif menghemat BBM, tetapi juga tidak mengganggu produktivitas pelayanan publik dan roda pemerintahan,” ungkapnya.

Menurut Presiden, meski Indonesia telah mengamankan kebutuhan pangan mendasar dan memiliki rencana sektor energi yang akan dipercepat, upaya penghematan BBM tetap menjadi bagian tak terpisahkan dalam menghadapi ketidakpastian global. (AB)

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *