MikeMediaIndonesia.com, Jakarta – Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang telah memimpin negara selama hampir 37 tahun, meninggal dunia pada usia 86 tahun setelah menjadi sasaran serangan bersama Amerika Serikat (AS) dan Israel pada hari Sabtu (28/2/2026).
Kematiannya diumumkan oleh media negara Iran pada awal hari Minggu (1/3/2026), setelah serangan besar-besaran yang dilancarkan kedua negara tersebut. Presiden AS Donald Trump menyatakan beberapa jam sebelumnya bahwa Khamenei telah terbunuh dalam operasi gabungan tersebut.
Sesuai konstitusi Iran, sebuah dewan kepemimpinan sementara telah dibentuk untuk mengurus tugas kepemimpinan negara. Dewan ini terdiri dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Kehakiman Gholamhossein Mohseni Ejei, serta seorang anggota Dewan Pengawas yang dipilih oleh Dewan Keadilan yang memberikan nasihat kepada Pemimpin Tertinggi dan menyelesaikan perselisihan dengan parlemen. Kedua pejabat tersebut akan “sementara menjabat semua tugas kepemimpinan”.
Kewenangan untuk memilih Pemimpin Tertinggi baru berada di tangan Majelis Ahli Ulama, sebuah badan konservatif yang terdiri dari 88 ulama. Mengingat usia dan kondisi kesehatan Khamenei yang sebelumnya sudah lemah, diperkirakan badan ini telah mempersiapkan calon penerus potensial.
Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri Sugiono segera menyampaikan ucapan belasungkawa resmi kepada pemerintah dan rakyat Iran atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei. Menteri Luar Negeri juga menyampaikan harapan agar proses transisi kepemimpinan di Iran berjalan dengan damai dan kondusif, serta mengimbau semua pihak terkait untuk menghindari tindakan yang dapat memperparah ketegangan di kawasan Timur Tengah. (AB)
















